Berita

Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Dony Oskaria Ungkap 274 BUMN Sudah Dipangkas, Target Akhir 250

SABTU, 08 AGUSTUS 2026 | 13:40 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah terus merampingkan jumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui program streamlining. Hingga saat ini, sebanyak 274 entitas BUMN telah dipangkas.

Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi pengelolaan BUMN agar lebih efektif dan efisien.

"Kami laporkan sebelumnya bagaimana kami melakukan streamlining. Nah, result-nya sekarang sudah 274 perusahaan yang kita lakukan streamlining," ujar Dony dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu 8 Agustus 2026.


Dony mengatakan proses penyederhanaan tersebut masih terus berjalan. Pemerintah menargetkan total 652 perusahaan BUMN dapat disederhanakan.
Dengan target tersebut, jumlah entitas BUMN nantinya akan menyusut menjadi sekitar 250 perusahaan.

"Kurang lebih nanti total yang akan kita selesaikan itu 652 perusahaan yang akan hilang. Dan sehingga nanti kita hanya akan punya 250 perusahaan," jelasnya.

Selain penyederhanaan jumlah perusahaan, transformasi BUMN juga mulai memberikan dampak terhadap kinerja sejumlah perusahaan pelat merah.
Salah satunya PT Pupuk Indonesia yang mencatatkan laba Rp6,1 triliun pada enam bulan pertama 2026.

Dony menuturkan, transformasi di sektor pupuk juga mendorong peningkatan kapasitas produksi sekaligus membuka peluang ekspor ke pasar internasional.

"Sekarang kita sudah membangun 8, memperbaiki 8 pabrik pupuk kita. Dan kita sudah mulai ekspor pupuk kita, bulan lalu ekspor perdana kita ke Australia. Jadi kita sudah menjadi eksportir pupuk sekarang," tuturnya.

Dony menegaskan, BP BUMN bersama Danantara akan terus mendorong transformasi agar perusahaan pelat merah memiliki struktur yang lebih sederhana, kinerja yang lebih sehat, serta daya saing yang semakin kuat.

Penyederhanaan entitas dan penguatan strategi bisnis tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah BUMN sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya