Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Saham BMW Menguat di Tengah Kerja Sama Qualcomm

SABTU, 08 AGUSTUS 2026 | 12:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham BMW menguat 1,98 persen ke 59,78 Euro pada perdagangan Kamis, 7 Agustus 2026, waktu setempat. Saham sempat menyentuh level tertinggi 59,90 Euro.

Penguatan terjadi di tengah perhatian investor terhadap prospek bisnis otomotif BMW, termasuk kerja sama dengan Qualcomm, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS) yang selama ini dikenal sebagai produsen chip dan teknologi komunikasi.

Qualcomm menandatangani kesepakatan jangka panjang untuk memasok chip bagi kokpit digital, sistem bantuan pengemudi (ADAS), dan teknologi pengemudian otomatis BMW hingga dekade berikutnya.


Teknologi Qualcomm sebelumnya telah digunakan pada BMW iX3 melalui sistem Snapdragon Ride Pilot, yang mendukung fitur seperti bantuan mengemudi di jalan raya, perpindahan jalur otomatis, dan bantuan parkir.

Bagi Qualcomm, kerja sama ini menjadi bagian dari strategi memperbesar bisnis di luar smartphone. Pendapatan bisnis otomotif Qualcomm tumbuh 61 persen secara tahunan, sementara pipeline kontrak desainnya mencapai 65 miliar Dolar AS.

Qualcomm sendiri menargetkan pendapatan otomotif mencapai 6 miliar Dolar AS pada akhir tahun fiskal 2026 dan pendapatan bisnis non-smartphone mencapai 40 miliar Dolar AS pada 2029.

Meski prospek bisnis otomotif menjanjikan, Qualcomm masih menghadapi tekanan dari bisnis smartphone. Pendapatan perusahaan turun 4 persen menjadi 9,95 miliar Dolar AS pada kuartal terakhir, sementara laba per saham (EPS) yang disesuaikan turun 20 persen menjadi 2,21 Dolar AS .

Penurunan tersebut terutama dipengaruhi lemahnya permintaan ponsel. Kondisi ini turut menekan saham Qualcomm yang telah turun sekitar 14 persen sepanjang tahun ini.

Sebagai perbandingan, Nvidia naik sekitar 11 persen, sementara saham Intel hampir tiga kali lipat di tengah reli saham-saham terkait infrastruktur AI.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya