Berita

Ketua Departmen Pertanian Dan Agrobisnis DPP Asprindo yang sekaligus Staf Khusus Menteri Imigrasi, Abdullah Rasyid bersama Ketua Umum Asprindo, Jose Rizal. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Sinergi KDMP dan Kampung Industri Kunci Kemandirian Desa

JUMAT, 07 AGUSTUS 2026 | 22:42 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sinergi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan program Kampung Industri milik Asprindo dinilai mampu mengubah desa dari sekadar pasar bagi barang luar menjadi pusat produksi dan perekonomian baru yang mandiri.

Penilaian tersebut disampaikan Ketua Departemen Pertanian dan Agrobisnis DPP Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) sekaligus Staf Khusus Menteri Imigrasi, Abdullah Rasyid, Jumat, 7 Agustus 2026.

Menurut Rasyid, jaringan kelembagaan KDMP yang luas perlu dipadukan dengan Kampung Industri agar tidak hanya fokus pada sektor perdagangan dan distribusi, tetapi juga merambah kegiatan produksi, pengolahan, hingga pengemasan.


"KDMP menyediakan kelembagaan ekonomi yang dekat dengan masyarakat, sedangkan Kampung Industri membangun ekosistem produksi berbasis potensi unggulan daerah. Pertemuan keduanya dapat mengubah wajah ekonomi desa," ujar Rasyid dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 7 Agustus 2026.

Penguatan ekonomi desa tidak boleh diukur sekadar dari pembangunan fisik seperti kantor, gudang, atau gerai. Yang paling esensial adalah kemampuan desa dalam mengolah kekayaan ekonominya sendiri dari bahan mentah menjadi produk bernilai tambah.

Apalagi sebagian besar komoditas khas daerah seperti kopi, kakao, rempah, hingga hasil laut selama ini keluar dari desa hanya sebagai bahan mentah tanpa pengolahan optimal.

"Pola seperti ini membuat desa selalu berada di posisi paling lemah. Karena itu, pembangunan pedesaan harus bergeser dari orientasi komoditas menuju orientasi produk," tegasnya.

Kehadiran KDMP nantinya diproyeksikan menjadi jantung kelembagaan Kampung Industri, di mana petani, nelayan, peternak, dan perajin bertindak sebagai anggota sekaligus pemilik kegiatan usaha.

"Masyarakat tidak boleh hanya jadi pemasok bahan baku. Mereka harus mendapat bagian keuntungan dari proses pengolahan, pengemasan, dan pemasaran," kata Rasyid.

Selain memperkuat rantai nilai, sinergi ini diharapkan dapat melahirkan pengusaha-pengusaha baru di tingkat daerah, khususnya dari kalangan generasi muda. Rasyid menyebut proyek percontohan Kampung Industri Asprindo di Kabupaten Paser dapat menjadi bukti bahwa industrialisasi berbasis potensi lokal bisa tumbuh dari daerah.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya