Berita

Temuan senjata berupa airsoft gun dan senjata api (senpi) dalam sebuah ruangan di yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. (Foto: Istimewa)

Politik

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Pemasok Senpi di Yayasan Sekolah Jaksel

KAMIS, 06 AGUSTUS 2026 | 19:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Aparat Kepolisan diminta untuk membongkar aktor pemasok ratusan senjata api (senpi) yang ditemukan di ruangan mantan ketua yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel).

“Meminta aparat kepolisian segera menemukan jaringan pemasok senjata tersebut,” kata Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil kepada RMOL sesaat lalu, Kamis 6 Agustus 2026.

Menurut Nasir, penemuan 995 senjata tersebut tergolong sangat besar dan mengejutkan. Sehingga, harus diusut pemasok senjata tersebut. 


Di sisi lain, Legislator PKS itu menyebut bahwa temuan senjata tersebut menunjukkan bahwa peredaran gelap senjata masih terus terjadi hingga saat ini.

“Lokasi penemuan itu ada di Jakarta, kota di mana terletak pusat pemerintahan dan gedung-gedung objek vital lainnya. Kita bisa bayangkan di daerah-daerah juga sangat mungkin beredar senjata gelap yang digunakan untuk kejahatan?” sesal Nasir.

Lebih jauh, Nasir mengatakan bahwa pihaknya tak ingin berspekulasi mengenai adanya isu kerusuhan Agustus di Jakarta. Oleh karenanya, ia meminta aparat kepolisian mengusut tuntas pemasok senjata tersebut. 

“Pengungkapan jaringan menjadi penting agar warga waspada dengan kelompok-kelompok yang masih berafiliasi dengan organisasi teroris?” pungkas Nasir.

Sebelumnya, Sebanyak 995 senjata api (senpi) ditemukan di ruangan mantan ketua yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Temuan ini diungkap Hermawanto selaku kuasa hukum pihak sekolah. Ia mengatakan penemuan berawal saat sejumlah orang membuka ruangan tersebut karena akan digunakan untuk kebutuhan siswa sekolah.

"Jadi pada tanggal 10 dan tanggal 11 bulan Juli, hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesoris senjata yang lain," kata Hermawanto kepada wartawan, Kamis 6 Agustus 2026.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya