Berita

Bundaran HI (Foto: RMOL)

Bisnis

Jakarta Masih Jadi Primadona Investasi Nasional

KAMIS, 06 AGUSTUS 2026 | 18:05 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Posisi Jakarta sebagai magnet investasi nasional kembali terbukti. Realisasi investasi di ibu kota menjadi yang tertinggi di Indonesia berdasarkan data Kementerian Investasi Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI.

Pada Semester I Tahun 2026, Jakarta membukukan realisasi investasi sebesar Rp173,6 triliun atau 17,2 persen dari total realisasi investasi nasional. Nilai tersebut terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp106,5 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp67,1 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Heru Hermawanto, mengatakan capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Jakarta.


"Pencapaian ini menunjukkan Jakarta tetap menjadi tujuan utama investasi di Indonesia. Kepercayaan investor yang terus meningkat merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, didukung arah kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono yang menempatkan kemudahan investasi dan pelayanan publik sebagai prioritas pembangunan," ujarnya di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta terus melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan posisi sebagai daerah tujuan investasi terbesar di Indonesia. 

Langkah tersebut meliputi optimalisasi Mal Pelayanan Publik (MPP), percepatan digitalisasi layanan perizinan dan nonperizinan, pelayanan jemput bola kepada pelaku usaha, hingga penguatan pendampingan investasi secara terintegrasi.

Selain itu, DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta juga memperkuat strategi promosi investasi berbasis data melalui penyusunan peta potensi investasi serta pengembangan proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang siap ditawarkan kepada investor.

"Kami memastikan peluang investasi yang ditawarkan telah memiliki kesiapan dari sisi teknis, finansial, maupun pasar. Dengan demikian, investor memperoleh kepastian yang lebih baik dalam mengambil keputusan investasi di Jakarta," kata Heru.

Adapun realisasi investasi PMDN dan PMA terbesar masih berada di Jakarta Selatan dengan nilai mencapai Rp62,7 triliun. Tingginya capaian investasi tersebut didukung oleh berbagai keunggulan Jakarta, mulai dari infrastruktur yang terintegrasi, pasar yang besar, sumber daya manusia yang kompetitif, hingga ekosistem bisnis yang semakin matang.

"Realisasi investasi terbesar berada di Jakarta Selatan, disusul Jakarta Pusat sebesar Rp49,9 triliun, Jakarta Utara Rp23,1 triliun, Jakarta Barat Rp20,6 triliun, dan Jakarta Timur Rp17,1 triliun. Sementara itu, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu membukukan realisasi investasi sebesar Rp289 miliar," papar Heru.

Sektor Unggulan Jadi Favorit Investasi di Jakarta
Berdasarkan realisasi penanaman modal Semester I Tahun 2026, investasi di Provinsi DKI Jakarta masih didominasi sektor-sektor strategis yang mendukung aktivitas ekonomi perkotaan dan transformasi Jakarta sebagai kota global.

Tiga sektor dengan kontribusi investasi terbesar ialah sektor Transportasi, Pergudangan, dan Telekomunikasi dengan realisasi Rp54,3 triliun atau 31 persen dari total investasi. Posisi berikutnya ditempati sektor Jasa Lainnya sebesar Rp43,6 triliun atau 25 persen, serta sektor Perdagangan dan Reparasi sebesar Rp28,4 triliun atau 16 persen.

Dominasi ketiga sektor tersebut mencerminkan tingginya minat investor terhadap sektor yang menopang konektivitas, perdagangan, serta pengembangan jasa sebagai penggerak utama perekonomian Jakarta.

Selain itu, sektor Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp14 triliun atau 8 persen, disusul sektor Konstruksi sebesar Rp12,9 triliun atau 8 persen. Adapun sektor lainnya secara kumulatif mencapai Rp20,3 triliun atau 12 persen.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Kuota Batu Bara Turun, Laba Bisnis Tambang Astra Tergerus 28 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:17

Laba Otomotif Astra Naik 8 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:13

Maroko Kembangkan Pelabuhan Raksasa Berkapasitas 20 Juta Kontainer

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:11

Lewat Program Pelita, AHY Ajak Warga Manfaatkan Energi Surya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10

Normalisasi Sungai di Jakarta Dikebut Jelang Musim Hujan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:02

Laba Astra Tergerus 12 Persen, Ini Penyebabnya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:58

Raja Juli Batal Bahas Karhutla di DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:43

Film Laut Bercerita Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20

BGN Perluas MBG Prasmanan, Sasar 5.000-10.000 Dapur hingga Akhir Tahun

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19

Selengkapnya