Berita

Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam peletakan batu pertama pembangunan KDKMP di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis, 6 Agustus 2026. (Foto: Kemenkop)

Bisnis

Kehadiran Kopdes Yahukimo Perkuat Pemerataan Ekonomi di Papua

KAMIS, 06 AGUSTUS 2026 | 15:44 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau Kopdes menjadi tonggak perubahan arah ekonomi nasional dari pola liberal kapitalistik menuju sistem yang berlandaskan kekeluargaan, kebersamaan, dan gotong royong. 

Oleh karena itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono  mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kabupaten Yahukimo dalam memulai pembangunan KDKMP Dekai. 

“Langkah ini menjadi bukti nyata pemerataan ekonomi yang menjangkau wilayah terluar sekaligus perwujudan semangat gotong royong di daerah yang masuk kategori Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T),” ucapnya dalam peletakan batu pertama pembangunan KDKMP di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis, 6 Agustus 2026.


Kabupaten Yahukimo, menjadi salah satu prioritas percepatan pembangunan dan pendampingan operasional. Kehadiran koperasi ini wujud nyata cita-cita besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pembentukan KDKMP di seluruh Indonesia sebagai pusat penggerak ekonomi masyarakat. 

“Harapannya, manfaat ekonomi juga benar-benar dirasakan hingga ke pelosok Papua Pegunungan,” ujarnya. 

Menkop juga menyoroti kekayaan sumber daya alam yang melimpah di Yahukimo yang siap dioptimalkan melalui wadah koperasi. Wilayah Dekai, Sumo, dan sekitarnya telah mulai mengembangkan persawahan padi serta komoditas sayuran dataran tinggi seperti kubis, wortel, bawang, tomat, dan tanaman umbi-umbian.

Selain itu, tersedia pula komoditas perkebunan seperti kopi dan sagu, hasil hutan khas seperti buah merah dan kelapa hutan atau woromo, serta potensi peternakan babi, kambing, ayam, sapi, dan perikanan air tawar.

“Koperasi diharapkan menjadi wadah yang menghimpun, mengelola, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh hasil bumi masyarakat setempat, agar tidak hanya dijual dalam bentuk mentah,” jelasnya.

Lebih jauh, Menkop menyampaikan, Presiden Prabowo menetapkan tiga fungsi pokok Koperasi Merah Putih sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat.

Pertama sebagai penyaluran kebutuhan pokok. Yakni, menjadi saluran resmi penyaluran barang bersubsidi seperti LPG 3 kilogram, beras, minyak goreng, dan kebutuhan dasar lainnya.

Kedua, penampung hasil produksi. Menjadi wadah penghimpun komoditas warga seperti kopi, sagu, hasil hutan, dan produk lokal lainnya untuk dikelola dan diberi nilai tambah. Ketiga, infrastruktur pelayanan Pemerintah. Menjadi ujung tombak penyaluran program negara hingga ke tingkat paling bawah.

KDKMP Dekai ditargetkan menjadi pemasok utama bahan baku bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebutuhan beras, sayur-mayur, telur, hingga protein hewani dapat dipenuhi langsung dari hasil pertanian dan peternakan warga setempat.

“Ini bukan sekadar menggerakkan ekonomi kampung, melainkan memberikan kepastian pasar bagi petani dan peternak sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” tegas Menkop.

Menkop berharap, pembangunan fisik berjalan lancar dan tepat waktu, serta pengelolaannya diserahkan sepenuhnya kepada putra-putri terbaik Yahukimo. Hal ini penting agar koperasi benar-benar milik dan dikelola oleh masyarakat setempat.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, hingga unsur Forkopimda untuk turut mengawal seluruh proses pembangunan hingga operasional berjalan.

“Prinsip kami sederhana. Kita bicarakan, kita kerjakan. Peletakan batu pertama hari ini adalah bukti bahwa apa yang direncanakan, hari ini juga kita wujudkan dalam tindakan nyata demi kemajuan bersama,” tandasnya.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya