Berita

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Foto: RMOLJabar)

Politik

Elektabilitas Tembus 35 Persen

Dedi Mulyadi, Rakyat Tak Butuh Tontonan, tapi Keberanian

KAMIS, 06 AGUSTUS 2026 | 15:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Tingginya elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam sejumlah survei nasional harus dibarengi dengan komitmen nyata dalam pemberantasan korupsi.

Demikian disampaikan pengamat politik asal Cirebon, Heru Subagia menanggapi hasil survei SMRC dan Indikator Politik Indonesia pada Juli 2026 yang menempatkan nama Dedi Mulyadi dengan tingkat elektabilitas sebesar 35 persen.

"Elektabilitas 35 persen itu bukan hadiah, melainkan tantangan," kata Heru, dikutip dari RMOLJabar, Kamis 6 Agustus 2026.


Heru mengatakan, apabila Dedi Mulyadi gagal mengeluarkan sayembara tangkap koruptor kelas kakap, sebaiknya berhenti saja melakukan safari politik pencitraan dengan mengekspos isu-isu receh yang menyasar rakyat kecil.

Menurut Heru, perhatian terhadap kejahatan jalanan dan kasus-kasus kriminal skala kecil tetap penting. Namun, ia berpendapat upaya pemberantasan korupsi, khususnya yang melibatkan pelaku dari kalangan elite, perlu menjadi prioritas.

"Itu sekadar hiburan politik. Rakyat tidak butuh tontonan, rakyat butuh keberanian seorang calon presiden untuk menindak elite yang merampas hak mereka," kata Heru.

Heru menilai korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat sehingga memerlukan komitmen kuat dari para pemimpin.

"Mereka tertangkap tangan, tapi tetap mencari kambing hitam. Rakyat sudah muak dengan sandiwara hukum. Karena itu, calon presiden harus berani memproklamasikan perang terhadap korupsi, bukan sekadar lip service," pungkas Heru.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya