Berita

Seorang penumpang diturunkan paksa dari bus TransJakarta di Halte Kampung Melayu, Jakarta Timur. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Evaluasi Dirut TransJakarta Buntut Penumpang Diturunkan Paksa

KAMIS, 06 AGUSTUS 2026 | 14:22 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) Welfizon Yuza. 

Pengamat Kebijakan Publik Sugiyanto mengatakan, evaluasi penting dilakukan menyusul polemik penurunan penumpang dari bus, rentetan kecelakaan operasional, serta pemberitaan mengenai aktivitas jajaran direksi TransJakarta di Bali yang perlu diklarifikasi secara terbuka.

"Berbagai persoalan yang berkembang saat ini tidak sepatutnya dipandang secara parsial," kata Sugiyanto, Kamis 6 Agustus 2026. 


Menurut Sugiyanto, rentetan kecelakaan operasional, polemik pelayanan terhadap penumpang, serta pemberitaan mengenai aktivitas Direksi di luar daerah merupakan akumulasi keadaan yang layak dijadikan dasar untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Direksi TransJakarta

Sugiyanto menyoroti peristiwa seorang penumpang yang diturunkan dari bus TransJakarta di Halte Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Senin 3 Agustus 2026 kemarin. Video kejadian tersebut kemudian beredar luas di media sosial.

TransJakarta menyatakan petugas merespons laporan sejumlah pelanggan mengenai aroma menyengat yang dianggap mengganggu kenyamanan di dalam bus. 

Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta Ayu Wardhani juga menyampaikan permintaan maaf dan menjelaskan bahwa petugas telah melakukan pendekatan secara persuasif sebelum penumpang tersebut turun.

Bagi Sugiyanto, persoalan tersebut tidak berhenti pada alasan penumpang diturunkan. Cara petugas menangani situasi juga perlu dievaluasi karena menyangkut martabat dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Terlepas dari alasan menjaga kenyamanan penumpang lain, tindakan menurunkan seseorang dari kendaraan umum di hadapan banyak orang berpotensi menimbulkan rasa malu dan dapat memunculkan dugaan pelanggaran terhadap hak atas martabat manusia," kata Sugiyanto.

Ia mengusulkan Gubernur DKI Jakarta membentuk tim investigasi yang memanggil seluruh pihak terkait. Tim tersebut, kata dia, dapat meminta keterangan petugas, saksi, manajemen TransJakarta, serta penumpang yang diturunkan.

Jika diperlukan, lembaga yang memiliki kompetensi di bidang hak asasi manusia juga dapat dilibatkan untuk menilai aspek pelayanan, etika, dan prosedur penanganan penumpang.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya