Berita

Ilustrasi

Politik

Energi Publik Jangan Habis Berdebat Isu-isu Liar

KAMIS, 06 AGUSTUS 2026 | 12:54 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Persatuan Ummat Islam (PUI) mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghentikan polemik yang tidak produktif dan mengembalikan perhatian pada agenda pembangunan nasional.

Imbauan itu disampaikan di tengah ramainya spekulasi mengenai pergantian Kapolri, termasuk beredarnya kabar adanya Surat Presiden (Surpres) yang belakangan telah dibantah oleh DPR.

Wakil Ketua Umum PUI, Irfan Ahmad Fauzi, menilai bahwa setelah DPR menegaskan belum menerima Surpres pergantian Kapolri, sudah seharusnya ruang publik tidak lagi dipenuhi oleh spekulasi yang berpotensi mengganggu konsentrasi pemerintah.


"Energi bangsa jangan habis untuk membahas isu-isu liar yang belum memiliki kepastian," ujar Irfan Ahmad Fauzi kepada wartawan, Kamis 6 Agustus 2026.

Menurut Irfan, perhatian publik seharusnya diarahkan pada dukungan terhadap berbagai program pemerintah yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, seperti penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi rakyat, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas pendidikan, dan pelayanan kesehatan.

"Jangan sampai perhatian pemerintah maupun masyarakat terpecah oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Rakyat lebih membutuhkan hasil kerja nyata daripada perdebatan yang tidak produktif," katanya.

Senada dengan itu, Ketua Umum PUI, Raizal Arifin, menegaskan bahwa bangsa Indonesia membutuhkan stabilitas politik dan keamanan agar pemerintah dapat menjalankan agenda pembangunan secara optimal.

Raizal menambahkan bahwa pengangkatan maupun pergantian Kapolri merupakan kewenangan konstitusional Presiden yang harus dihormati seluruh pihak.

"Kita percayakan sepenuhnya kepada Presiden sesuai mekanisme konstitusi. Tidak perlu membangun berbagai spekulasi yang justru berpotensi mengganggu stabilitas nasional," tegasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya