Berita

Sekretaris Pendiri IAW Iskandar Sitorus saat di resepsionis Gedung Merah Putih KPK (Foto: RMOL/Jamaludian Akmal)

Hukum

KPK Periksa Sekretaris Pendiri IAW di Pengembangan Kasus Korupsi Bea Cukai

KAMIS, 06 AGUSTUS 2026 | 12:11 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar HP Sitorus, sebagai saksi dalam pengembangan perkara dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pemeriksaan terhadap Iskandar yang berprofesi sebagai wiraswasta dijadwalkan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Kamis 6 Agustus 2026.

"Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK. Saksi sudah hadir," kata Budi kepada wartawan.


Berdasarkan pantauan di lokasi, Iskandar tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kavling 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, sekitar pukul 10.34 WIB.

Selain Iskandar, penyidik juga memanggil Umay Khayam yang merupakan pegawai Bea Cukai untuk diperiksa sebagai saksi.

Sebelumnya, Iskandar telah dua kali menjalani pemeriksaan dalam perkara ini, yakni pada 12 Juni 2026 dan 17 Juni 2026. Saat itu, ia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai kuasa nonlitigasi Blueray Cargo.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein sebelumnya mengungkapkan bahwa KPK telah menerbitkan dua surat perintah penyidikan (sprindik) baru sebagai pengembangan perkara suap dan gratifikasi di lingkungan DJBC.

Dari dua sprindik tersebut, satu perkara telah ditingkatkan dengan penetapan tersangka. Adapun satu sprindik lainnya masih berada pada tahap penyidikan umum untuk mengusut pihak-pihak lain yang diduga menerima aliran dana suap.

Taufik juga membenarkan pernyataan pemilik Blueray Cargo, John Field, yang mengaku telah diperiksa sebagai saksi dalam perkara dengan tersangka Gatot Heroe Hernanda, Kepala Bea Cukai Kediri.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya