Berita

Peluncuran buku Mustasyar PBNU, Prof. KH Ma'ruf Amin, berjudul Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdhiyyah dalam Perspektif KH Ma'ruf Amin di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu malam, 5 Agustus 2026 (Foto: Istimewa)

Nusantara

Silaturahmi Calon Ketum PBNU dan Refleksi Pemikiran Kiai Ma'ruf Amin Jelang Muktamar

KAMIS, 06 AGUSTUS 2026 | 11:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Momen hangat mewarnai peluncuran buku terbaru Mustasyar PBNU, Prof. KH Ma'ruf Amin, berjudul Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdhiyyah dalam Perspektif KH Ma'ruf Amin di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu malam, 5 Agustus 2026. 

Acara ini menjadi ajang silaturahmi penting yang dihadiri deretan tokoh keagamaan nasional dan jajaran pimpinan PBNU menjelang Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama.

Di antara jajaran tokoh yang hadir tampak Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Menteri Agama KH Nasaruddin Umar, Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud, Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Pengasuh PP API Tegalrejo KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), serta Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon KH Imam Jazuli.


Kiai Ma'ruf menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran para senior dan figur penting NU tersebut. 

"Selain Ketua Umum, juga hadir banyak calon ketua umum. Ada yang sudah diumumkan, ada yang sudah deklarasi, dan ada yang belum deklarasi. Saya ingin menyampaikan terima kasih," sapanya ramah.

Buku setebal lebih dari 600 halaman karya Hj. Siti Haniatunnisa dan H. Muhammad Zainal Arifin ini mengupas tiga fondasi utama NU: fikroh (cara berpikir), manhaj (metode), dan harakah (gerakan). Karya ini lahir dari harapan Kiai Ma'ruf agar amaliyah warga NU senantiasa diiringi pemahaman mendalam atas arah pergerakan organisasi.

"NU adalah sistem yang hidup. Jangan dibiarkan NU itu dilepas tanpa arah, tanpa irsyadat (petunjuk), tanpa taujihat (bimbingan)," tutur Kiai Ma'ruf, merujuk pesan yang pernah disampaikannya saat berdialog bersama para masyayikh di Bangkalan, Juni 2026 lalu.

Ia berpesan agar warga Nahdliyin senantiasa memegang teguh khittah para pendiri. 
Tiga fungsi utama NU, yaitu himayah (menjaga), ishlah (memperbaiki), dan taqwiyah (menguatkan), diharapkan terus berjalan selaras di bidang keagamaan, kebangsaan, hingga ekonomi.

Wakil Ketua Umum MUI, KH Marsudi Syuhud, menyambut baik gagasan tersebut dan menganggapnya sangat relevan sebagai pijakan memperbarui NU menyongsong abad kedua. Ia memandang Kiai Ma'ruf sebagai teladan ulama pemikir (mufakkir) yang senantiasa menghadirkan karya konkret bagi masyarakat.

"Yang terpenting dalam hidup itu harus mempunyai legacy, atau sebutannya para kiai adalah amal saleh. Amal saleh itu jika ditinggalkan, walaupun kita sudah meninggal, masih akan terus diingat dan memberikan manfaat," ungkap Kiai Marsudi.

Menurutnya, pemikiran Kiai Ma'ruf mampu menyatu dalam sanubari warga hingga menggerakkan aksi nyata secara harmonis.

"Dari saniā€˜ul-afkar (pembuat gagasan) itu akan naik tingkatannya. Setelah jadi pikiran dan kalimat-kalimatnya Kiai Ma'ruf, dipikirkan oleh banyak orang (tafkir). Orang lama-lama akan fokus (tarkiz), lalu menjadi passion (ihsas). Orang merasa 'Oh ini benar, apa yang disampaikan oleh Kiai Ma'ruf ini tepat dengan situasinya untuk memperbarui NU'," terangnya.

"Kalau ini sudah passion semua, gangsing akan berputar bersama-sama. Hasil (nata'ij) akan muncul, dan hasil itulah yang menentukan realitas kehidupan kita. Kiai Ma'ruf ini dari pemikir (mufakkir) sampai menghasilkan nata'ij," tambahnya.

Peluncuran buku ini sekaligus mempererat tali silaturahmi dan memperkuat komitmen bersama menjelang perhelatan Muktamar Ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27?"31 Agustus 2026.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya