Berita

Ilustrasi Kartus BPJS

Politik

Kasus Yurizal Jadi Momentum Evaluasi Etika Nakes dan Layanan BPJS

KAMIS, 06 AGUSTUS 2026 | 11:08 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Seorang pasien bernama Yurizal Tri Chaerawan mengeluh setelah menunggu sekitar 8 jam untuk mendapat ruang perawatan dengan layanan BPJS. Namun, keluhan tersebut justru ramai dipojokkan oleh sejumlah tenaga kesehatan.

Membaca komentar nirempati tersebut, kondisi Yurizal terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada 31 Juli 2026. Setelah kasusnya viral, sejumlah nakes yang terlibat berbondong-bondong meminta maaf kepada keluarga Almarhum dan publik.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi IX DPR RI, Muh. Haris, menyampaikan keprihatinan mendalam atas viralnya kasus Yurizal Tri Chaerawan. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi tamparan bagi dunia pelayanan kesehatan. 


“Saya sangat prihatin melihat seorang pasien yang sedang berjuang melawan penyakit justru mendapat komentar yang merendahkan dari oknum tenaga kesehatan. Apa pun situasinya, pasien adalah manusia yang sedang membutuhkan pertolongan dan penguatan, bukan cibiran ataupun perundungan,” ujar Haris, Kamis, 6 Agustus 2026.

Haris menegaskan bahwa kritik atau keluhan pasien seharusnya dipandang sebagai masukan untuk memperbaiki kualitas pelayanan, bukan dianggap sebagai serangan terhadap profesi tenaga kesehatan.

“Keluhan pasien adalah bagian dari evaluasi pelayanan. Respon yang tepat adalah mendengarkan, mengevaluasi, lalu memperbaiki, bukan membalas dengan komentar yang melukai. Empati adalah bagian yang tidak terpisahkan dari profesionalisme tenaga kesehatan,” tegasnya.

Selain menyoroti aspek etika, Haris juga meminta pemerintah, BPJS Kesehatan, dan rumah sakit melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan, khususnya terkait lamanya waktu tunggu pasien memperoleh ruang perawatan. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang baik harus mampu menghadirkan kepastian, kecepatan, dan rasa aman bagi masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat merasa bahwa menggunakan BPJS berarti harus menerima waktu tunggu yang panjang tanpa kepastian. Persoalan ketersediaan tempat tidur, tata kelola rujukan, dan koordinasi antar fasilitas kesehatan harus terus dibenahi agar pelayanan semakin cepat dan berkualitas,” katanya.

Haris lantas mendorong organisasi profesi, rumah sakit, dan institusi pendidikan kesehatan untuk menjadikan kasus ini sebagai momentum memperkuat pembinaan karakter, etika profesi, serta literasi bermedia sosial bagi tenaga kesehatan.

“Mayoritas tenaga kesehatan telah mengabdikan diri dengan penuh dedikasi dan melayani masyarakat tanpa mengenal lelah. Namun tindakan segelintir oknum yang menunjukkan sikap tidak berempati tidak boleh dibiarkan mencederai kepercayaan publik terhadap profesi yang sangat mulia ini. Harus ada evaluasi dan pembinaan yang serius agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Haris berharap tragedi yang dialami Yurizal menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari kecanggihan fasilitas atau keberhasilan tindakan medis, tetapi juga dari penghormatan terhadap martabat pasien.

“Pelayanan kesehatan yang baik bukan hanya menyembuhkan penyakit, tetapi juga menghadirkan empati dan rasa kemanusiaan. Jangan sampai ada lagi pasien yang merasa sendirian ketika mencari pertolongan. Tragedi ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih manusiawi,” pungkas Haris.


(Foto: Shutterstock) 

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya