Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Asia Variatif, Jepang-Korsel Melemah

KAMIS, 06 AGUSTUS 2026 | 08:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Asia-Pasifik bergerak variatif pada pembukaan perdagangan Kamis, 5 Agustus 2026, mengikuti pergerakan Wall Street yang tidak searah. 

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,51 persen pada awal perdagangan. Sementara indeks Topix masih mampu mencatat kenaikan tipis.

Tekanan juga terjadi di Korea Selatan. Indeks Kospi dibuka melemah 1,84 persen, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq justru naik tipis 0,15 persen.


Berbeda dengan Jepang dan Korea Selatan, bursa Australia bergerak di zona hijau. Indeks S&P/ASX 200 menguat sekitar 0,1 persen pada awal perdagangan.

Pelemahan bursa Asia terutama dipicu aksi jual pada saham-saham teknologi, menyusul penurunan sektor teknologi di Wall Street. Di Jepang, saham SoftBank Group turun 4,57 persen, Tokyo Electron anjlok lebih dari 5 persen, Advantest melemah 4,66 persen, sementara produsen chip memori Kioxia merosot hingga 11 persen.

Di Korea Selatan, tekanan juga terjadi pada saham semikonduktor. SK Hynix turun 6,67 persen, Samsung Electronics melemah 2,85 persen, sedangkan Seoul Semiconductor terkoreksi 2,88 persen.

Dalam beberapa sesi terakhir, saham-saham teknologi memang bergerak sangat fluktuatif. Kondisi ini paling terasa di Korea Selatan yang pasar sahamnya didominasi emiten semikonduktor, sehingga pergerakan indeks kerap berubah dari penurunan tajam menjadi kenaikan besar dalam waktu singkat.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya