Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

IKBM Manufaktur Naik ke 52,31 pada Kuartal II-2026

KAMIS, 06 AGUSTUS 2026 | 08:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Industri Manufaktur (IKBM) pada kuartal II-2026 sebesar 52,31. 

Angka tersebut menunjukkan sektor industri manufaktur nasional masih berada dalam fase ekspansi sekaligus menguat dibandingkan kuartal I-2026 yang berada di level 51,37.

"IKBM pada kuartal II-2026 mencapai 52,31, menandakan bahwa sektor industri manufaktur berada pada fase ekspansi atau zona ekspansif dan menguat dibandingkan kuartal sebelumnya," ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud dalam keterangannya, dikutip redaksi di Jakarta, Kamis 6 Agustus 2026.


IKBM merupakan indikator cepat yang menggambarkan kondisi kegiatan usaha industri pengolahan berdasarkan persepsi pelaku usaha. Indeks ini menggunakan lima komponen, yakni pesanan, produksi, tenaga kerja, waktu pengiriman pemasok, dan stok bahan baku. Nilai di atas 50 menunjukkan ekspansi, sedangkan di bawah 50 mencerminkan kontraksi.

Pada kuartal II-2026, tiga komponen mencatat ekspansi, yaitu pesanan sebesar 53,78, produksi 54,21, dan stok 51,86. Sementara itu, tenaga kerja berada di level 49,92 dan waktu pengiriman 49,71 sehingga masih menunjukkan kontraksi.

Jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, penguatan terutama terlihat pada produksi yang naik dari 51,78 menjadi 54,21 serta pesanan dari 52,69 menjadi 53,78. Stok juga meningkat dari 51,54 menjadi 51,86. 

Sebaliknya, tenaga kerja turun dari 50,57 menjadi 49,92 dan kembali masuk zona kontraksi, sementara waktu pengiriman membaik dari 49,01 menjadi 49,71 meski masih di bawah 50.

Capaian IKBM Kuartal II-2026 sebesar 52,31 ini tercatat lebih tinggi ketimbang Kuartal III-2025 yang berada di level 50,48, serta sedikit melampaui Kuartal IV-2025 di level 52,21. 

Hal ini menunjukkan bahwa setelah sempat melambat di awal tahun 2026, industri manufaktur nasional berhasil bangkit dan melaju lebih kuat dibanding periode akhir tahun lalu.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya