Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Purbaya Janji Genjot Seluruh Mesin Pertumbuhan Imbas Ekonomi Melambat

RABU, 05 AGUSTUS 2026 | 19:24 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespon pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh melambat ke 5,29 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal II-2026.

Menurutnya, pertumbuhan tersebut masih menunjukkan kinerja yang solid di tengah berbagai tekanan global, termasuk tingginya harga minyak dunia dan pelemahan sektor eksternal yang memengaruhi ekspor.

"Kita bisa tumbuh 5,29 persen itu sudah cukup baik di tengah tekanan global," ujar Purbaya dalam media briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta pada Rabu 5 Agustus 2026.


Untuk diketahui, ekonomi pada kuartal II-2026 tumbuh 5,29 persen yoy, turun dari kuartal sebelumnya sebesar 5,61 persen yoy.

Namun demikian, Purbaya optimis laju pertumbuhan ekonomi akan meningkat pada kuartal III dan IV 2026. Pemerintah, kata dia, akan mengoptimalkan seluruh mesin pertumbuhan untuk mendorong ekonomi bergerak lebih cepat pada paruh kedua tahun ini.

Salah satu langkah yang akan ditempuh yakni meningkatkan likuiditas di perekonomian serta mendorong penurunan suku bunga agar perbankan dapat menyalurkan kredit dengan bunga yang lebih rendah. Dengan begitu, aktivitas dunia usaha dan konsumsi masyarakat diharapkan semakin bergairah.

"Kami akan memaksimalkan seluruh engine (mesin) pertumbuhan ekonomi. Ke depan, saya yakin di triwulan ke-III, IV 2026 akan mendorong (ekonomi) ke arah lebih cepat, high round menuju 6 persen," kata Purbaya.

Selain itu, pemerintah juga akan menyiapkan berbagai instrumen untuk memperkuat sektor manufaktur agar mampu memanfaatkan potensi pemulihan permintaan global.

Purbaya menambahkan, pemerintah turut mencermati pertumbuhan ekonomi yang masih relatif rendah di sejumlah wilayah, terutama Maluku dan Papua. 

Karena itu, Kementerian Keuangan akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait guna mengidentifikasi sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

"Kami akan memastikan ada sumber pertumbuhan baru di daerah yang masih lambat," pungkas Purbaya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya