Berita

Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam wawancara bersama CNBC (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube CNBC Television)

Global

AS Optimistis Selat Hormuz Segera Dibuka

RABU, 05 AGUSTUS 2026 | 13:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Peluang meredanya ketegangan di Timur Tengah kembali terbuka setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran disebut semakin dekat mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. 

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan negosiasi dengan Iran masih berlangsung dan kesepakatan berpeluang tercapai dalam waktu dekat.

"Kami sedang bernegosiasi dengan Iran. Ada kemungkinan kita bisa mencapai kesepakatan hari ini atau besok untuk membuka selat dan bergerak menuju posisi yang lebih normal dalam konflik ini," kata Bessent dalam wawancara dengan televisi CNBC, dikutip Rabu, 5 Agustus 2026.


Saat ditanya apakah Iran nantinya akan diizinkan memungut biaya bagi kapal yang melintas, Bessent menegaskan bahwa kesepakatan yang dibahas adalah mengenai kebebasan bergerak bagi kapal-kapal komersial.

Menurut Bessent, harga minyak berpotensi turun lebih lanjut jika ratusan kapal yang saat ini tertahan di Teluk Persia kembali dapat berlayar. Ia menjelaskan dampaknya tidak hanya dirasakan sektor energi, tetapi juga berbagai komoditas lain.

"Bukan hanya energi. Ini termasuk pupuk, produk olahan, dan berbagai gas industri. Kita bisa melihat perdagangan yang menguntungkan karena harga-harga tersebut turun," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengungkapkan bahwa Washington juga terlibat dalam pembicaraan yang dimediasi Oman dengan Iran untuk membuka akses pelayaran di Selat Hormuz.

"Ada kemajuan yang dicapai dalam pembicaraan tersebut, tetapi belum ada keputusan akhir. Kami berharap itu akan segera terjadi," kata Rubio.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa ia membatalkan rencana serangan besar-besaran terhadap Iran pada akhir pekan lalu demi memberi ruang bagi proses negosiasi pembukaan kembali Selat Hormuz.

Sebelumnya, AS dan Iran juga sempat menandatangani nota kesepahaman pada 17 Juni untuk membuka kembali jalur pelayaran tersebut. Arus kapal sempat pulih, tetapi kesepakatan gagal dilanjutkan akibat perbedaan pandangan mengenai rute pelayaran yang boleh digunakan kapal saat melintasi Selat Hormuz.

Ketegangan kemudian kembali meningkat setelah Iran menyerang kapal tanker yang melintas di kawasan itu. Teheran menginginkan kapal-kapal menggunakan perairan teritorial Iran, sementara AS menolak dan merespons dengan serangkaian serangan udara serta kembali memberlakukan blokade angkatan laut terhadap Iran.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya