Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Saham AGRO Dibuka Naik 1,38 Persen, Buyback Capai 74,98 Juta Saham

RABU, 05 AGUSTUS 2026 | 10:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026. 

AGRO  dibuka di level Rp147 per saham, naik Rp2 atau 1,38 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp145.

Pantauan RMOL berdasar data perdagangan, hingga pukul 09.43 WIB, saham AGRO bergerak di rentang Rp146-Rp148. Pada perdagangan pagi tersebut, harga penawaran jual atau offer berada di Rp148, sedangkan penawaran beli atau bid berada di Rp147.


Aktivitas transaksi AGRO tercatat sebanyak 517.996 saham dengan nilai transaksi Rp76,08 juta melalui 141 kali perdagangan. Dengan posisi tersebut, kapitalisasi pasar Bank Raya berada di sekitar Rp3,6 triliun. 

Saham AGRO juga tercatat memiliki earnings per share (EPS) negatif Rp20,20 dan price to earnings ratio (PER) negatif 7 kali.

Pergerakan saham Bank Raya berlangsung di tengah perkembangan aksi korporasi perseroan berupa pembelian kembali saham atau buyback. Hingga Juni 2026, Bank Raya telah merealisasikan buyback sebanyak 74.979.400 saham melalui dua periode pelaksanaan.

Dalam keterbukaan informasi tertanggal 15 Juli 2026, Bank Raya merincikan realisasi buyback periode 2024 sebanyak 64.161.100 saham dengan harga rata-rata Rp217 per saham. Program tersebut telah diselesaikan pada 25 Juni 2025.

Sementara itu, pada periode buyback 2025 yang berakhir pada 25 Juni 2026, perseroan merealisasikan pembelian kembali sebanyak 10.818.300 saham AGRO dengan harga rata-rata Rp190 per saham. Untuk program tersebut, Bank Raya mengeluarkan dana sekitar Rp2,06 miliar untuk pembelian saham dan sekitar Rp660,5 juta untuk biaya pelaksanaan. 

Jika digabungkan, total saham yang telah dibeli kembali melalui dua program tersebut mencapai hampir 75 juta saham. Saham hasil buyback tersebut hingga kini belum dialihkan kembali oleh perseroan.

Manajemen Bank Raya menyatakan saham hasil buyback pada prinsipnya akan dialihkan untuk Program Kepemilikan Saham Pekerja atau Employee Stock Ownership Program (ESOP) dan/atau program kepemilikan saham bagi direksi serta dewan komisaris. Pengalihan juga dapat dilakukan melalui program lain sesuai persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Program buyback tersebut merupakan bagian dari upaya Bank Raya meningkatkan keterlibatan dan kepemilikan pekerja serta manajemen terhadap perseroan. Dalam penjelasan sebelumnya, Bank Raya menyebut saham hasil buyback akan mendukung program kepemilikan saham pekerja dan/atau manajemen sebagai bagian dari skema remunerasi. 

Di pasar, saham AGRO masih bergerak di kisaran Rp140-an pada awal perdagangan. Posisi harga tersebut juga berada di bawah harga rata-rata pembelian kembali saham perseroan pada dua periode buyback, yakni Rp217 untuk periode 2024 dan Rp190 untuk periode 2025.

Dengan saham yang dibuka menguat 1,38 persen ke Rp147 dan bergerak di rentang Rp146-Rp148 hingga pukul 09.43 WIB, AGRO menunjukkan aktivitas perdagangan yang positif pada awal sesi. Di sisi korporasi, akumulasi buyback sebesar 74,98 juta saham menjadi bagian dari strategi Bank Raya dalam menyiapkan program kepemilikan saham bagi pekerja dan jajaran manajemen.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya