Ilustrasi (Artificial Intelligence)
Saham PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026.
AGRO dibuka di level Rp147 per saham, naik Rp2 atau 1,38 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp145.
Pantauan RMOL berdasar data perdagangan, hingga pukul 09.43 WIB, saham AGRO bergerak di rentang Rp146-Rp148. Pada perdagangan pagi tersebut, harga penawaran jual atau offer berada di Rp148, sedangkan penawaran beli atau bid berada di Rp147.
Aktivitas transaksi AGRO tercatat sebanyak 517.996 saham dengan nilai transaksi Rp76,08 juta melalui 141 kali perdagangan. Dengan posisi tersebut, kapitalisasi pasar Bank Raya berada di sekitar Rp3,6 triliun.
Saham AGRO juga tercatat memiliki earnings per share (EPS) negatif Rp20,20 dan price to earnings ratio (PER) negatif 7 kali.
Pergerakan saham Bank Raya berlangsung di tengah perkembangan aksi korporasi perseroan berupa pembelian kembali saham atau buyback. Hingga Juni 2026, Bank Raya telah merealisasikan buyback sebanyak 74.979.400 saham melalui dua periode pelaksanaan.
Dalam keterbukaan informasi tertanggal 15 Juli 2026, Bank Raya merincikan realisasi buyback periode 2024 sebanyak 64.161.100 saham dengan harga rata-rata Rp217 per saham. Program tersebut telah diselesaikan pada 25 Juni 2025.
Sementara itu, pada periode buyback 2025 yang berakhir pada 25 Juni 2026, perseroan merealisasikan pembelian kembali sebanyak 10.818.300 saham AGRO dengan harga rata-rata Rp190 per saham. Untuk program tersebut, Bank Raya mengeluarkan dana sekitar Rp2,06 miliar untuk pembelian saham dan sekitar Rp660,5 juta untuk biaya pelaksanaan.
Jika digabungkan, total saham yang telah dibeli kembali melalui dua program tersebut mencapai hampir 75 juta saham. Saham hasil buyback tersebut hingga kini belum dialihkan kembali oleh perseroan.
Manajemen Bank Raya menyatakan saham hasil buyback pada prinsipnya akan dialihkan untuk Program Kepemilikan Saham Pekerja atau Employee Stock Ownership Program (ESOP) dan/atau program kepemilikan saham bagi direksi serta dewan komisaris. Pengalihan juga dapat dilakukan melalui program lain sesuai persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Program buyback tersebut merupakan bagian dari upaya Bank Raya meningkatkan keterlibatan dan kepemilikan pekerja serta manajemen terhadap perseroan. Dalam penjelasan sebelumnya, Bank Raya menyebut saham hasil buyback akan mendukung program kepemilikan saham pekerja dan/atau manajemen sebagai bagian dari skema remunerasi.
Di pasar, saham AGRO masih bergerak di kisaran Rp140-an pada awal perdagangan. Posisi harga tersebut juga berada di bawah harga rata-rata pembelian kembali saham perseroan pada dua periode buyback, yakni Rp217 untuk periode 2024 dan Rp190 untuk periode 2025.
Dengan saham yang dibuka menguat 1,38 persen ke Rp147 dan bergerak di rentang Rp146-Rp148 hingga pukul 09.43 WIB, AGRO menunjukkan aktivitas perdagangan yang positif pada awal sesi. Di sisi korporasi, akumulasi buyback sebesar 74,98 juta saham menjadi bagian dari strategi Bank Raya dalam menyiapkan program kepemilikan saham bagi pekerja dan jajaran manajemen.