Berita

PM Tailan Anutin Charnvirakul dan Presiden RI Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Dunia

RI-Tailan Sepakat Kawal Konsensus Lima Poin demi Akhiri Krisis Myanmar

SELASA, 04 AGUSTUS 2026 | 09:07 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Indonesia dan Tailan menegaskan komitmen bersama untuk terus mengawal upaya perdamaian di Myanmar melalui implementasi Konsensus Lima Poin (Five-Point Consensus/5PC) ASEAN.

Kesepakatan itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto usai menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Tailan Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, Senin malam, 3 Agustus 2026.

Prabowo mengatakan, kedua negara memiliki pandangan yang sama bahwa krisis politik dan kemanusiaan yang masih berlangsung di Myanmar harus segera diakhiri. 


Karena itu, Indonesia dan Tailan akan terus mendorong ASEAN mengambil peran yang lebih aktif dan konstruktif dalam menciptakan perdamaian yang berkelanjutan.

“Indonesia dan Tailan akan terus bekerjasama mendorong ASEAN untuk memainkan peran yang konstruktif dalam mendukung terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di Myanmar,” ujar Prabowo dalam konferensi pers bersama.

Selain itu, kedua negara juga sepakat mendukung langkah ASEAN untuk mempercepat implementasi Konsensus Lima Poin melalui dialog yang melibatkan seluruh pihak, penghentian kekerasan, serta perluasan akses bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Myanmar.

“Kami sepakat mendukung upaya ASEAN untuk mendorong implementasi Five-Point Consensus melalui dialog yang inklusif, penghentian kekerasan, dan peningkatan akses kemanusiaan,” kata Prabowo.

Saat ini, partisipasi Myanmar dalam berbagai forum ASEAN masih dibatasi menyusul belum terlaksananya Konsensus Lima Poin. 

ASEAN sendiri terus mendesak otoritas Myanmar agar segera menjalankan komitmen tersebut sebagai jalan menuju pemulihan stabilitas dan perdamaian di negara itu.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo dan PM Anutin turut bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi di Timur Tengah.

Keduanya menegaskan bahwa setiap konflik harus diselesaikan melalui jalur diplomasi serta penghormatan terhadap hukum internasional. 

“Kami juga bertukar pandangan mengenai perkembangan di Timur Tengah, dan menegaskan pentingnya penyelesaian konflik melalui dialog diplomasi serta penghormatan kepada hukum internasional,” ucap Prabowo.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya