Berita

Ilustrasi. (Foto: Humas Telkom)

Bisnis

Akselerasi Transformasi Digital Sukses Genjot Laba Bersih Telkom di Semester I 2026

SELASA, 04 AGUSTUS 2026 | 04:54 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

PT Telkom Indonesia (persero) Tbk membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun sepanjang semester I 2026. Angka tersebut tumbuh 3,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sejalan dengan kenaikan pendapatan, EBITDA Telkom naik 3,8 persen secara tahunan menjadi Rp37,5 triliun, dengan margin sebesar 49,4 persen.

Laba bersih perusahaan juga tumbuh 1,4 persen menjadi Rp10,6 triliun. Sementara laba bersih yang dinormalisasi meningkat 6,2 persen menjadi Rp11,3 triliun, dengan margin 14,9 persen.


Telkom turut mencatatkan arus kas operasional sebesar Rp34,9 triliun, naik 7 persen dibandingkan semester I 2025. Kinerja tersebut ditopang pemulihan bisnis seluler, program efisiensi, serta pengelolaan biaya yang lebih disiplin

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini mengatakan, pertumbuhan pada enam bulan pertama tahun ini turut mencerminkan perkembangan strategi transformasi perusahaan bertajuk TLKM 30.

“Komitmen dan dedikasi kami dalam mengakselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30 tercermin dari pertumbuhan yang berhasil kami capai pada semester pertama tahun ini,” kata Dian dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.

Di segmen Business-to-Consumer atau B2C yang mencakup layanan seluler dan fixed broadband, Telkomsel mencatatkan pendapatan sebesar Rp55,6 triliun. Pendapatan tersebut tumbuh 3,3 persen secara tahunan.

Pertumbuhan didorong dari bisnis data digital yang naik 11 persen. Telkom menyebut, pemulihan industri mobile didukung oleh strategi komersial, seperti penetapan harga, optimalisasi portofolio produk, dan pengelolaan nilai pelanggan.

Rata-rata pendapatan dari setiap pelanggan atau Average Revenue Per User (ARPU) seluler pun naik 9 persen menjadi Rp45.600. Konsumsi data juga meningkat selama periode liburan sekolah dan penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Sementara pada layanan fixed broadband, jumlah pelanggan IndiHome tercatat sebanyak 9,5 juta. Jumlahnya turun dari 10,1 juta pelanggan pada periode yang sama tahun lalu, seiring langkah Telkomsel melakukan kalibrasi terhadap basis pelanggannya.

Meski jumlah pelanggan berkurang, ARPU IndiHome secara kuartalan meningkat 3,4 persen menjadi Rp211.000. Adapun secara semesteran, ARPU IndiHome berada di angka Rp207.000.

Rasio pelanggan yang menggunakan layanan konvergensi seluler dan fixed broadband juga meningkat menjadi 65 persen. Telkomsel selanjutnya akan mengembangkan layanan tersebut dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI dan jaringan 5G.

Pendapatan segmen B2B Infrastructure turut tumbuh 19 persen menjadi Rp33,1 triliun. Sementara pendapatan eksternal dari segmen tersebut naik 4,9 persen menjadi Rp4,7 triliun, terutama berkat bisnis data, internet, dan layanan teknologi informasi.

Pada bisnis menara telekomunikasi dan Fiber-to-the-Tower, Mitratel mencatatkan pendapatan Rp4,7 triliun atau tumbuh 2,1 persen. Jumlah penyewa menaranya meningkat 4,9 persen menjadi 63.866 tenant, sehingga rasio penyewaan naik menjadi 1,57 kali.

Telkom juga melanjutkan konsolidasi bisnis pusat data melalui NeutraDC. Nantinya, NeutraDC akan menjadi pengelola terpusat seluruh aset data center yang dimiliki TelkomGroup.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas layanan, meningkatkan monetisasi aset, serta membuka peluang kolaborasi dengan mitra strategis.

Untuk segmen B2B ICT, Telkom membukukan pendapatan Rp7,3 triliun atau tumbuh 35,7 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara segmen bisnis internasional mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,7 triliun.

Sepanjang semester I 2026, Telkom juga menyelesaikan penyederhanaan terhadap 10 entitas melalui skema divestasi, merger, dan likuidasi. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya merampingkan struktur grup dan memusatkan bisnis pada sektor prioritas.

Telkom merealisasikan belanja modal sebesar Rp10,8 triliun. Lebih dari 96 persen dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan bisnis B2C, B2B Infrastructure, serta International Business.

Perusahaan turut melanjutkan persiapan pengalihan aset InfraNexia tahap kedua. Proses tersebut diklaim masih berjalan sesuai rencana dan ditargetkan selesai pada semester II 2026.

“Telkom sebagai bagian dari Danantara Indonesia akan terus mengakselerasi transformasi dan memperkuat investasi pada kapabilitas digital guna menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Dian.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya