Berita

PM Tailan Anutin Charnvirakul dan Presiden RI Prabowo Subianto (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Bisnis

Prabowo dan PM Tailan Bidik Nilai Perdagangan Rp359 Triliun dalam Lima Tahun

SENIN, 03 AGUSTUS 2026 | 21:20 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Tailan menegaskan komitmennya memperkuat kemitraan ekonomi dengan membidik nilai perdagangan bilateral mencapai 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp359 triliun pada 2030. 

Target ambisius tersebut disepakati dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri (PM) Tailan Anutin Charnvirakul pada agenda Second Leaders' Consultation di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.

Prabowo menilai target perdagangan tersebut realistis dicapai melalui pelaksanaan Roadmap Kemitraan Strategis Indonesia-Tailan 2026-2030 yang baru saja diadopsi kedua pemimpin negara.


"Kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama hubungan bilateral kita. Kami optimistis target perdagangan sebesar 20 miliar dolar AS pada tahun 2030 dapat dicapai melalui implementasi roadmap kemitraan strategis," kata Prabowo.

Kunjungan PM Anutin ke Indonesia merupakan kunjungan perdana pemimpin pemerintahan Tailan dalam 15 tahun terakhir. 

Pada kesempatan itu, kedua negara mengesahkan Roadmap Kemitraan Strategis Indonesia-Tailan 2026-2030 sebagai panduan memperkuat kerja sama di berbagai sektor. 

Dokumen tersebut merupakan tindak lanjut kesepakatan yang dicapai saat ASEAN Summit 2026 di Cebu, Filipina, pada Mei lalu, sekaligus memperkuat mekanisme Leaders' Consultation yang telah berjalan sejak 2025.

Di bidang ekonomi, Indonesia dan Tailan juga sepakat memperluas investasi, meningkatkan akses pasar, mempererat kolaborasi antarpelaku usaha, serta membentuk Joint Trade Commission, mekanisme bilateral pertama dalam sejarah hubungan kedua negara yang akan bertugas mengidentifikasi peluang bisnis sekaligus menyelesaikan berbagai hambatan perdagangan. 

Selain itu, kedua negara juga memperkuat kerja sama ketahanan pangan, energi, ekonomi digital, hingga pengembangan industri halal melalui pemanfaatan Local Currency Transaction (LCT).

"Kita juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang ketahanan pangan terkait teknologi pertanian, logistik, pengolahan pangan, hingga ketahanan rantai pasok," imbuh Presiden.

Sementara itu, PM Anutin menyampaikan keyakinannya bahwa hubungan ekonomi Indonesia dan Tailan memiliki prospek yang sangat besar, ditopang pasar gabungan dengan sekitar 350 juta penduduk. Menurutnya, potensi tersebut harus dimaksimalkan melalui peningkatan perdagangan, investasi, dan kemitraan dunia usaha. 

"Kami sepakat bahwa Tailan dan Indonesia memiliki potensi besar untuk meningkatkan volume perdagangan dan investasi bilateral," kata PM Anutin.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya