Berita

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei (Foto: X)

Dunia

Negosiasi Hampir Rampung, Iran-Oman Bahas Rute Baru Selat Hormuz

SENIN, 03 AGUSTUS 2026 | 13:37 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Iran mengungkapkan bahwa perundingan dengan Oman mengenai mekanisme baru pengelolaan Selat Hormuz telah memasuki tahap akhir.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan perkembangan tersebut dalam rapat kabinet pada Minggu waktu setempat, 2 Agustus 2026.

Berdasarkan laporan kantor berita pemerintah IRNA, Araghchi menyebut pembicaraan antara Teheran dan Muscat terus menunjukkan kemajuan, meski ia belum membeberkan rincian lebih lanjut mengenai isi kesepakatan yang tengah dirumuskan.


Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan bahwa negosiasi tersebut bersifat bilateral dan tidak melibatkan pihak lain. 

Baghaei menjelaskan, berdasarkan Pasal 5 nota kesepahaman dengan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang, pengelolaan Selat Hormuz pada masa mendatang akan dilakukan Iran melalui konsultasi dengan Oman serta dialog dengan negara-negara di kawasan. 

Dia menambahkan, jalur pelayaran di sisi utara selat tetap benar-benar aman selama 22 hingga 23 hari pertama implementasi nota kesepahaman tersebut, sebelum AS kemudian melancarkan serangan militer terhadap Iran menjelang berakhirnya masa 30 hari yang ditujukan untuk memulihkan aktivitas pelayaran.

Baghaei menyebut Iran menolak jalur selatan Selat Hormuz karena dianggap merugikan kepentingan nasional. Sebagai alternatif, Iran dan Oman sedang menyusun rute pelayaran baru.

"Rute yang disepakati bukanlah rute utara atau rute selatan yang saat ini digunakan, melainkan rute baru yang akan disepakati bersama oleh kedua belah pihak," kata dia.

Meski demikian, Baghaei menegaskan, kesepakatan soal jalur pelayaran baru tidak serta-merta menentukan apakah Selat Hormuz akan dibuka atau tetap ditutup.

"Republik Islam Iran bertindak sesuai dengan kepentingan dan pertimbangan negara dan tidak akan mengubah keputusannya di bawah pengaruh ancaman atau intimidasi dari pihak lain," tegasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya