Berita

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat kabinet. (Foto: Setneg)

Politik

Tiga Masalah Utama Pemicu Turunnya Kepuasan terhadap Prabowo

SENIN, 03 AGUSTUS 2026 | 11:21 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio membeberkan tiga persoalan utama yang dinilai menjadi penyebab merosotnya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Ketiga persoalan tersebut adalah ekonomi, penegakan hukum, dan komunikasi pemerintahan.

Pernyataan itu disampaikan Hensa, sapaan karibnya, menanggapi hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang mencatat tingkat kepuasan terhadap Presiden Prabowo turun dari 81,2 persen pada November 2025 menjadi 51,1 persen pada Juli 2026.

Menurutnya, persoalan ekonomi masih menjadi faktor paling dominan yang memengaruhi persepsi publik. Ia mengakui sempat muncul optimisme ketika Purbaya Yudhi Sadewa ditunjuk sebagai Menteri Keuangan.


"Ekonomi sempat ada optimisme yang tinggi pada saat Purbaya menjadi Menteri Keuangan. Kata-kata Purbaya yang mengajak tajir bareng-bareng itu membuat kelas menengah membuncah. Mereka berpikir ini Menteri Keuangan yang luar biasa," ujar Hensat.

Namun, seiring berjalannya waktu, optimisme tersebut dinilai belum dibarengi dengan terobosan nyata yang dirasakan masyarakat.

"Tapi seiring berjalannya waktu nampaknya promise is just promise. Kita masih menunggu gebrakan-gebrakan Pak Purbaya. Kalau kemudian hasilnya kepuasan menjadi rendah ya jangan marah-marah juga," katanya.

Selain ekonomi, Hensat menilai persoalan hukum turut menggerus kepercayaan publik. Ia menyinggung berbagai polemik hukum yang belakangan mencuat, termasuk kasus yang menyeret Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

"Baru saja kita ditunjukkan rupanya Indonesia Emas 2045 ada saingan, yaitu Indonesia Emas 74 kilo. Muncul beberapa hal yang tentu mengguncangkan publik," sindirnya.

Menurut founder lembaga survei Kedai Kopi itu, pemerintah seharusnya lebih peka terhadap kegelisahan yang berkembang di tengah masyarakat, alih-alih bersikap defensif menghadapi kritik.

Persoalan ketiga yang disoroti Hensa adalah lemahnya komunikasi di dalam pemerintahan. Ia menilai koordinasi antara Presiden Prabowo dengan para pembantunya belum berjalan efektif sehingga menimbulkan kebingungan di ruang publik.

"Untuk kali pertamanya komunikasi menjadi problem karena ada gap quality antara Presiden dengan pembantunya," kata Hensa.

Hensa menilai para menteri belum mampu menjelaskan kebijakan pemerintah secara konsisten kepada publik. Kondisi itu bahkan membuat Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya lebih sering tampil memberikan penjelasan.

Karena itu, Hensa mendorong para menteri lebih aktif menyampaikan dan mempertanggungjawabkan kebijakan yang menjadi kewenangannya.

"Memang banyak yang sudah coba dilakukan oleh Pak Prabowo. Hanya memang komunikasinya yang masih kurang oke," pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Giliran ASN dan Pejabat Bea Cukai Diperiksa KPK

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:56

Usulan ATM MBG Bakal Dibahas di Komisi IX DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:40

UPDATE

Penanganan Kabupaten Terdampak Gempa NTT Terus Difokuskan Kemensos

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:21

KPK Ungkap Pengondisian Pembagian Kuota Haji 50:50 Sebelum MoU RI-Arab Saudi

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:16

BNPB Perkuat OMC Tangani Karhutla di Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:02

Iran Pamerkan Pabrik Rudal Balistik Bawah Tanah

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:26

Pasukan Darat dan Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla Kalsel

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:21

KPK Usut Dugaan Korupsi PBJ Era Bupati Bogor Rudy Susmanto

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:13

Prabowo dan Jokowi Hadiri Pernikahan Kasespri Rizky Irmansyah di JCC

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:07

Desa Sade Terbakar, Ini Sejarah dan Asal-usul Masyarakat Suku Sasak

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:52

Ada Gerhana Bulan Sebagian Akhir Agustus 2026, Catat Jadwalnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:43

Karhutla Kalsel, Api Tak Terlihat tapi Gambut Masih Berasap

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:13

Selengkapnya