Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Anjloknya Kepuasan terhadap Prabowo Dipicu Kekecewaan Kelas Menengah

SENIN, 03 AGUSTUS 2026 | 10:36 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto dinilai berkaitan erat dengan melemahnya dukungan dari kelompok kelas menengah yang merasa belum tersentuh berbagai program pemerintah.

Berdasarkan hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), tingkat kepuasan terhadap Presiden Prabowo turun cukup tajam, dari 81,2 persen pada November 2025 menjadi 51,1 persen pada Juli 2026.

Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio mengaku tidak terkejut dengan hasil survei tersebut. Menurutnya, berbagai indikator ekonomi sebelumnya telah memberikan sinyal bahwa kelompok kelas menengah tengah menghadapi tekanan.


"Kalau saya pribadi tidak terlalu kaget dengan angka survei terbaru itu. Jauh-jauh hari banyak ekonom sudah mengatakan bahwa kelas menengah di Indonesia berkurang sekitar 13 juta orang," kata Hendri Satrio lewat kanal Youtube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia, Senin, 3 Agustus 2026.

Pria yang akrab disapa Hensa itu menilai sebagian besar program unggulan pemerintahan Prabowo lebih banyak menyasar masyarakat kelas bawah, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), beasiswa, hingga Sekolah Rakyat.

Karena itu, Hensat menduga mayoritas responden yang masih menyatakan puas berasal dari kelompok penerima manfaat program-program tersebut.

"Saya membayangkan 51 persen yang puas itu kemungkinan besar berasal dari kelas menengah ke bawah, mereka yang menerima BLT, bansos, MBG, memanfaatkan beasiswa, termasuk Sekolah Rakyat," ujarnya.

Di sisi lain, Hensat melihat kondisi ekonomi rumah tangga yang stagnan ikut memengaruhi persepsi publik terhadap pemerintah. Fenomena Rojali (rombongan jarang beli) dan Rohana (rombongan hanya nanya-nanya) yang sempat ramai dibahas, menurutnya, menjadi gambaran melemahnya daya beli masyarakat.

Hensa menduga penurunan tingkat kepuasan paling besar berasal dari kalangan kelas menengah dan masyarakat terdidik yang merasa belum memperoleh manfaat langsung dari kebijakan pemerintah.

"Saya menduga ketidakpuasan terjadi pada kelas menengah dan kaum terdidik karena memang banyak program Prabowo kali ini menyasar masyarakat kelas bawah. Saat survei dilakukan, kelas menengah akhirnya memilih back off," jelasnya.

Meski secara jumlah hanya sekitar 18 persen dari total populasi pemilih, Hensat mengingatkan bahwa kelas menengah memiliki pengaruh sosial yang besar dalam membentuk opini publik.

"Dalam pemilu memang kelas menengah jumlahnya tidak terlalu banyak, sekitar 18 persen. Tapi suara mereka bisa memengaruhi kelas bawah karena rata-rata mereka menjadi bos atau tokoh yang diperhatikan di lingkungannya. Ini juga yang harus menjadi perhatian Presiden," pungkasnya.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Giliran ASN dan Pejabat Bea Cukai Diperiksa KPK

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:56

Usulan ATM MBG Bakal Dibahas di Komisi IX DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:40

UPDATE

Penanganan Kabupaten Terdampak Gempa NTT Terus Difokuskan Kemensos

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:21

KPK Ungkap Pengondisian Pembagian Kuota Haji 50:50 Sebelum MoU RI-Arab Saudi

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:16

BNPB Perkuat OMC Tangani Karhutla di Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:02

Iran Pamerkan Pabrik Rudal Balistik Bawah Tanah

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:26

Pasukan Darat dan Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla Kalsel

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:21

KPK Usut Dugaan Korupsi PBJ Era Bupati Bogor Rudy Susmanto

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:13

Prabowo dan Jokowi Hadiri Pernikahan Kasespri Rizky Irmansyah di JCC

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:07

Desa Sade Terbakar, Ini Sejarah dan Asal-usul Masyarakat Suku Sasak

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:52

Ada Gerhana Bulan Sebagian Akhir Agustus 2026, Catat Jadwalnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:43

Karhutla Kalsel, Api Tak Terlihat tapi Gambut Masih Berasap

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:13

Selengkapnya