Berita

Kantor Danantara Indonesia. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Penyebab Laporan Keuangan Danantara Belum Dipublikasikan: Masih Konsolidasi dan Audit

SENIN, 03 AGUSTUS 2026 | 10:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menjelaskan alasan laporan keuangan Danantara belum dipublikasikan. Saat ini, laporan tersebut masih dalam proses konsolidasi dan audit.

Dony mengatakan penyusunan laporan keuangan konsolidasi ini merupakan yang pertama setelah seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berada dalam satu holding.

"Laporan keuangan Danantara itu kan hasil konsolidasi daripada BUMN dan ini adalah pertama kali BUMN melakukan laporan konsolidasi," ujar Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Senin 3 Agustus 2026. 


Menurutnya, proses tersebut jauh lebih kompleks dibandingkan penyusunan laporan keuangan perusahaan pada umumnya. Selain menggabungkan laporan seluruh BUMN, Danantara juga harus melakukan eliminasi terhadap transaksi antar-BUMN agar tidak terjadi pencatatan ganda.

Sebelumnya, masing-masing BUMN menyusun laporan keuangan secara terpisah. Setelah berada dalam satu holding, seluruh transaksi antarperusahaan harus disesuaikan dan dieliminasi. Proses ini membutuhkan waktu karena melibatkan ratusan hingga ribuan entitas dengan hubungan transaksi yang saling berkaitan.

Dony menegaskan, lamanya proses tersebut bukan berarti Danantara menutup informasi keuangan kepada publik. Menurut dia, laporan keuangan masing-masing BUMN tetap dapat diakses secara individual.

"Prosesnya tentu membutuhkan waktu lama. Tetapi pada dasarnya kalau kita mau melihat tentu kita bisa melihat, kalau per individu tentu kita bisa melihat laporan masing-masing BUMN," katanya.

Saat ini, laporan keuangan Danantara telah memasuki tahap praaudit. Danantara juga menggandeng konsultan keuangan untuk menyusun chart of accounts guna memastikan proses konsolidasi berjalan sesuai dengan standar yang berlaku.

Dony optimistis penyusunan laporan keuangan akan berlangsung lebih cepat pada tahun-tahun berikutnya. Menurut dia, berbagai kendala yang muncul saat ini merupakan konsekuensi dari tahun pertama pembentukan holding.

"Karena ini tahun pertama kan, setelah ini tentu kalau kita sudah ketemu polanya. Makanya perlu disampaikan juga kepada publik bahwa kalau sudah ketemu polanya, proses eliminasi dari seluruh perusahaan ini tahun berikutnya akan jauh lebih mudah," pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Giliran ASN dan Pejabat Bea Cukai Diperiksa KPK

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:56

Usulan ATM MBG Bakal Dibahas di Komisi IX DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:40

UPDATE

Penanganan Kabupaten Terdampak Gempa NTT Terus Difokuskan Kemensos

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:21

KPK Ungkap Pengondisian Pembagian Kuota Haji 50:50 Sebelum MoU RI-Arab Saudi

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:16

BNPB Perkuat OMC Tangani Karhutla di Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:02

Iran Pamerkan Pabrik Rudal Balistik Bawah Tanah

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:26

Pasukan Darat dan Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla Kalsel

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:21

KPK Usut Dugaan Korupsi PBJ Era Bupati Bogor Rudy Susmanto

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:13

Prabowo dan Jokowi Hadiri Pernikahan Kasespri Rizky Irmansyah di JCC

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:07

Desa Sade Terbakar, Ini Sejarah dan Asal-usul Masyarakat Suku Sasak

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:52

Ada Gerhana Bulan Sebagian Akhir Agustus 2026, Catat Jadwalnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:43

Karhutla Kalsel, Api Tak Terlihat tapi Gambut Masih Berasap

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:13

Selengkapnya