Berita

Presiden AS Donald Trump sampaikan pembatalan rencana serangan ke Iran pada Minggu, 2 Agustus 2026 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube White House)

Dunia

Trump Batalkan Serangan ke Iran usai Diminta Arab Saudi, UEA, dan Teheran

SENIN, 03 AGUSTUS 2026 | 07:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa rencana serangan terhadap Iran dibatalkan setelah Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Iran meminta Washington memberikan kesempatan bagi jalur diplomasi.

Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One saat dalam perjalanan pulang dari New Jersey pada Minggu, 2 Agustus 2026,  waktu setempat. Ia mengatakan serangan sebenarnya sudah siap dilancarkan, tetapi akhirnya dihentikan karena adanya permintaan dari ketiga negara tersebut.

"Saya diminta oleh Arab Saudi, UEA, dan Iran. Kami sebenarnya sudah siap melancarkan serangan, bahkan sekitar waktu ini juga," kata Trump, dikutip Senin, 3 Agustus 2026.


Menurut Trump, ketiga negara itu yakin masih ada peluang untuk mencapai kesepakatan sehingga meminta AS menunda aksi militer.

"Alasan mereka meminta penundaan adalah karena mereka yakin masih ada kesepakatan. Mereka mengatakan ingin membuat kesepakatan sekarang," ujarnya.

Trump menambahkan bahwa ia tidak sepenuhnya yakin dengan pernyataan tersebut, namun mengakui bahwa Iran tentu tidak ingin menjadi sasaran serangan.

"Jelas mereka tidak ingin diserang," katanya.

Trump juga mengungkapkan bahwa pemerintah AS saat ini masih melakukan pembicaraan dengan Iran. Ia menyebut perundingan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada Senin sore waktu setempat.

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa jika serangan benar-benar dilakukan, dampaknya akan sangat besar.

"Itu akan menjadi serangan terbesar sejak Perang Dunia II. Dampaknya akan menjadi bencana bagi mereka," tegas Trump.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya