Berita

Ilustrasi (Artifficial Inteligence)

Bisnis

Jepang-AS Siapkan Intervensi Bersama untuk Perkuat Yen

SENIN, 03 AGUSTUS 2026 | 07:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Jepang diperkirakan resmi mengumumkan intervensi bersama Amerika Serikat (AS) di pasar valuta asing pada Senin, 3 Agustus 2026. Langkah bilateral ini ditujukan untuk menahan pelemahan Yen yang sempat mencapai level terendah dalam hampir 40 tahun.

Intervensi tersebut menjadi bentuk koordinasi pasar valuta asing pertama Jepang dan AS dalam 15 tahun terakhir. Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa pemerintahannya membantu Jepang menopang nilai tukar Yen sebagai bentuk dukungan terhadap mitra sekaligus menjaga stabilitas ekonomi global.

Pernyataan Trump langsung direspons pasar. Dikutip dari  Reuters, Dolar AS melemah sekitar 0,2 persen menjadi 157,07 Yen.


Dua pejabat pemerintah Jepang menyebut Menteri Keuangan Satsuki Katayama dijadwalkan mengumumkan rincian operasi gabungan tersebut. Sejumlah sumber pasar mengatakan otoritas Jepang dan AS telah melakukan pembelian Yen secara berkala sejak pekan lalu.

Berdasarkan data Bank of Japan, pemerintah Jepang diperkirakan telah menggelontorkan sekitar 58,97 miliar Dolar AS untuk membeli Yen di pasar New York. Keterlibatan AS juga tercermin dalam dokumen rapat kabinet yang memuat catatan tulisan tangan Menteri Keuangan AS Scott Bessent: "Buy Japanese Yen (JPY) US$5-10 bil."

Intervensi tersebut turut menekan Dolar AS. Pada penutupan perdagangan Jumat, 31 Juli 2026, Dolar AS berada di sekitar 157,60 Yen, membaik dari level 164 Yen pada awal pekan. Level 164 Yen merupakan posisi tertinggi Dolar AS terhadap Yen sejak 1986.

Langkah bersama ini ditempuh setelah intervensi Jepang secara mandiri pada April dan Mei hanya memberikan dampak sementara. Kenaikan suku bunga Bank of Japan menjadi 1 persen pada Juni, level tertinggi dalam 31 tahun, juga belum mampu memberikan penguatan Yen secara berkelanjutan.

Pelemahan Yen yang berkepanjangan telah meningkatkan biaya impor dan tekanan inflasi, sekaligus menggerus daya beli masyarakat. Kondisi tersebut turut menjadi tantangan bagi pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi.

Bessent sebelumnya berulang kali menilai nilai Yen terlalu rendah dan mendorong penyesuaian kebijakan. Bank of Japan pun memberi sinyal kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Tekanan terhadap mata uang Asia juga meluas. Korea Selatan pada Kamis turut melakukan intervensi dengan membeli Won untuk menjaga stabilitas nilai tukarnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya