Berita

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. (Foto: Humas Kemenag)

Nusantara

Nasaruddin Umar Diminta Maju sebagai Calon Ketum PBNU

SENIN, 03 AGUSTUS 2026 | 05:53 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Menteri Agama Prof. KH. Nasaruddin Umar diminta bersedia maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar NU ke-35 yang akan digelar di Tambakberas, Jombang.

Hal itu disampaikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bungo melalui Ketua Tanfidziyah PCNU Bungo, Kiai Syakroni dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.

Menurut Kiai Syakroni, NU saat ini membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki kapasitas keilmuan yang kuat, pengalaman kepemimpinan yang matang, serta kemampuan merangkul seluruh elemen jam’iyah NU. Dalam pandangannya, Nasaruddin Umar memenuhi kriteria tersebut.


“Beliau adalah ulama yang memiliki keluasan ilmu, kebijaksanaan dalam memimpin, serta diterima oleh berbagai kalangan di lingkungan Nahdlatul Ulama. Kami berharap beliau berkenan mengabdikan diri untuk memimpin PBNU pada periode mendatang,” ujar Kiai Syakroni.

Ia menambahkan, tantangan NU ke depan semakin kompleks, baik dalam bidang pendidikan, dakwah, pemberdayaan ekonomi umat, maupun peran strategis NU di tingkat nasional dan internasional. Karena itu, dibutuhkan figur yang mampu memperkuat persatuan internal sekaligus membawa NU semakin berpengaruh di kancah global.

Lanjut dia, Nasaruddin Umar memiliki jaringan internasional yang luas dan kuat, sehingga diyakini mampu memperkokoh posisi NU sebagai organisasi Islam moderat yang menjadi rujukan dunia dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

“Selain mampu menyatukan seluruh elemen jam’iyah Nahdlatul Ulama, beliau juga memiliki hubungan yang sangat baik dengan berbagai tokoh dan lembaga internasional. Modal ini sangat penting agar NU semakin berperan dalam membangun perdamaian dunia dan memperkuat diplomasi keislaman Indonesia,” lanjutnya.

PCNU Bungo berharap Muktamar NU ke-35 di Tambakberas, Jombang, dapat melahirkan kepemimpinan yang mampu menjaga persatuan organisasi, memperkuat khidmah kepada umat, serta membawa Nahdlatul Ulama semakin maju, mandiri, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.



Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya