Berita

Tentara Israel (Foto: X)

Global

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

MINGGU, 02 AGUSTUS 2026 | 15:25 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Serangan udara Israel kembali menghantam gudang penyimpanan obat di kompleks Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa, Deir al-Balah, Gaza bagian tengah.

Serangan tersebut menghancurkan sedikitnya dua gudang logistik medis sekaligus membakar puluhan tenda yang dihuni warga Palestina yang mengungsi di sekitar rumah sakit.

Kepanikan pun melanda pasien, tenaga medis, pengungsi, dan warga sekitar yang berhamburan menyelamatkan diri hanya beberapa menit setelah militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi. 


Hingga kini belum ada laporan korban jiwa, namun kerusakan yang ditimbulkan dinilai sangat besar.

Kementerian Kesehatan Gaza mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai serangan langsung serta sistematis terhadap fasilitas kesehatan. Dalam pernyataannya disebutkan, 

"Daya hancur rudal yang digunakan sepenuhnya menghancurkan dua dari empat gudang di lokasi sasaran dan menyebabkan kerusakan parah pada dua gudang lainnya," tegas Kementerian, dikutip Minggu, 2 Agustus 2026.

Kementerian menambahkan, bangunan klinik rawat jalan di samping rumah sakit ikut mengalami kerusakan berat, sementara persediaan obat-obatan dan bahan medis yang sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa pasien musnah akibat ledakan.

Juru Bicara Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa, Khalil al-Daqran, mengatakan serangan tersebut memusnahkan gudang yang berisi obat-obatan, cairan infus, serta perlengkapan medis untuk unit-unit vital rumah sakit. 

"Pemboman tersebut menyebabkan hilangnya sejumlah besar cairan infus, obat-obatan, dan perlengkapan yang digunakan di departemen-departemen vital, termasuk dialisis dan perawatan intensif," ujarnya. 

Dia memperingatkan hilangnya stok tersebut akan memperburuk krisis layanan kesehatan yang sudah tertekan akibat blokade dan kelangkaan pasokan medis.

Al-Daqran juga menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas kesehatan merupakan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional. 

Menurut dia, sekitar 50 persen kapasitas layanan kesehatan di Gaza kini telah lumpuh akibat hancurnya fasilitas medis dan terus menipisnya persediaan obat-obatan.

Sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober tahun lalu, lebih dari 1.200 warga Palestina dilaporkan tewas dan hampir 4.000 lainnya terluka akibat serangan yang terus berulang di wilayah tersebut.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya