Berita

PM Spanyol Pedro Sanchez (Foto: X)

Dunia

Spanyol Klaim Arus Migran ke Ceuta Berhenti Setelah Pemasangan Barier Laut

MINGGU, 02 AGUSTUS 2026 | 09:47 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Spanyol mengklaim arus masuk migran ke wilayah kantongnya di Afrika Utara, Ceuta, telah berhenti setelah memasang barier terapung di perbatasan laut dengan Maroko. 

Langkah darurat itu diambil menyusul gelombang kedatangan sekitar 60 ribu migran dalam dua hari terakhir yang memicu kekhawatiran di tingkat Uni Eropa.

Penghalang sepanjang 500 meter tersebut mulai dipasang sejak Sabtu waktu setempat, 1 Agustus 2026 di kawasan pemecah ombak Tarajal, salah satu jalur utama yang digunakan migran untuk memasuki Ceuta. 


Barier pneumatik itu dipadukan dengan deretan pelampung yang ditambatkan di laut dan dirancang menjulang 30 hingga 70 sentimeter di atas permukaan air serta memanjang hingga satu meter di bawah permukaan. 

Sebuah jalur khusus tetap disediakan agar kapal patroli Penjaga Sipil Spanyol dapat beroperasi.

Otoritas Spanyol menyebut sekitar 60 ribu orang memasuki Ceuta melalui jalur darat dan laut sejak Kamis. 

Dari jumlah tersebut, lebih dari 48 ribu orang telah dipulangkan ke Maroko dalam waktu 48 jam. Aparat juga melaporkan tidak ada lagi penyeberangan signifikan pada Sabtu dini hari, sementara patroli gabungan polisi dan militer terus disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan gelombang susulan.

Krisis tersebut menelan korban jiwa yang tidak sedikit. Sedikitnya 67 jenazah ditemukan di sisi perbatasan Spanyol setelah sejumlah migran tenggelam dan lainnya terinjak saat berusaha melewati pemecah ombak maupun pagar perbatasan. 

Peristiwa itu mendorong 22 negara anggota Uni Eropa mendesak koordinasi bersama untuk memperkuat pengamanan perbatasan eksternal blok tersebut.

Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska menuding jaringan penyelundup manusia telah memanfaatkan para migran dengan menyebarkan informasi yang menyesatkan terkait putusan Mahkamah Agung Spanyol mengenai pemulangan migran yang dicegat di laut. 

Dia menegaskan situasi kini mulai terkendali, meski pengamanan tambahan masih akan dipertahankan. 

"Maroko bukanlah ancaman bagi Ceuta atau wilayah Spanyol lainnya. Maroko adalah mitra yang sepenuhnya dapat diandalkan," kata Grande-Marlaska.

Di sisi lain, Perdana Menteri Pedro Sanchez mengkritik keputusan Italia yang menghentikan sementara kebijakan bebas paspor Schengen bagi perjalanan dari Spanyol selama satu bulan.

Menurutnya, langkah tersebut justru memperkeruh situasi di tengah krisis migrasi. 

"Dalam konteks internasional saat ini, Uni Eropa tidak mampu memberikan reaksi yang egois, memecah belah, dan melanggar hukum seperti ini," tulis Sanchez dalam surat kepada pimpinan Komisi Eropa dan Dewan Eropa.

Pemerintah Spanyol juga menegaskan para migran yang masuk secara tidak sah ke Ceuta tidak dapat melanjutkan perjalanan ke daratan utama Spanyol maupun negara lain di kawasan Schengen. 

Madrid membantah anggapan bahwa program legalisasi bagi lebih dari setengah juta migran tanpa dokumen menjadi pemicu lonjakan arus migran, karena program tersebut hanya berlaku bagi mereka yang telah tinggal di Spanyol sebelum 1 Januari 2026 dan memenuhi persyaratan masa tinggal yang telah ditetapkan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya