Berita

Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Istimewa)

Politik

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

MINGGU, 02 AGUSTUS 2026 | 04:21 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) agar selalu hadir di tengah masyarakat dan aktif membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi warga. 

Pesan itu disampaikan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 1 Agustus 2026.

Di hadapan kader PSI, Jokowi menekankan pentingnya konsistensi dalam mendengarkan keluhan masyarakat. Menurutnya, kader partai harus menjadi garda terdepan dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tengah rakyat.


“Dengarkan keluhan-keluhan mereka, bantu menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada,” kata Jokowi.

Jokowi kemudian menjelaskan bahwa penyelesaian persoalan sebaiknya dilakukan secara berjenjang sesuai struktur organisasi partai. Jika tidak dapat diselesaikan di tingkat kader, persoalan dapat diteruskan kepada pengurus di tingkat yang lebih tinggi.

“Kalau bisa selesaikan sendiri, kalau nggak bisa disampaikan dan minta bantuan pada Ketua DPD, kalau nggak bisa minta bantuan kepada Ketua DPW, kalau nggak bisa lagi ke DPP,” kata Jokowi.

Di akhir arahannya, Jokowi melontarkan candaan yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan para peserta Rakorda. Ia mengatakan kader juga boleh meminta bantuan kepadanya di Solo apabila seluruh jalur tersebut belum mampu menyelesaikan persoalan.

“Kalau nggak bisa lagi ke Solo juga nggak apa-apa. Tapi jangan dikit-dikit ke Solo,” kelakar Jokowi yang disambut riuh dan tepuk tangan kader PSI.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya