Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Dunia

Korsel Minta Bantuan Prabowo Buka Dialog dengan Korut

JUMAT, 31 JULI 2026 | 18:07 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto ternyata pernah diminta untuk menjembatani dialog perdamaian antara Korea Selatan dan Korea Utara.

Prabowo mengatakan, permintaan tersebut disampaikan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung saat dirinya berkunjung ke Seoul beberapa waktu lalu.

"Kunjungan saya terakhir di Seoul, Korea Selatan, presiden (Lee Jae Myung) minta kepada saya, 'Bisa enggak saya (Prabowo) berkunjung ke Korea Utara untuk membuka semacam dialog?'" kata Prabowo di hadapan ratusan pengurus Kadin Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.


Menanggapi permintaan Presiden Korsel, Prabowo mengaku siap apabila dipercaya menjalankan misi tersebut.

"Saya bilang, 'Saya dengan hormat, dengan rela, kalau Yang Mulia minta saya untuk ke Korea Utara, saya akan berangkat,'" ujarnya.

Prabowo menilai Korsel percaya kepada Indonesia. Kepercayaan itu muncul karena Indonesia selama ini konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

"Indonesia dianggap tidak punya kepentingan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara mana pun. Itu yang kita pegang teguh," tegasnya.

Menurut Prabowo, Indonesia juga terus menjaga hubungan baik dengan berbagai negara meski memiliki kepentingan yang berbeda.

"Hubungan kita baik sama Amerika Serikat. Kita baik juga sama Tiongkok, kita juga baik sama Rusia, sama Jepang, India, dan Australia. Kita ada masalah kadang-kadang, ada yang mau separatis, tapi kita baik sama tetangga-tetangga kita. Sama PNG kita baik," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya