Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Prabowo: Negara Gagal Karena Elite-nya Ribut Terus

JUMAT, 31 JULI 2026 | 16:58 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menegaskan kunci keberhasilan sebuah negara sangat bergantung pada kemampuan para elite untuk membangun sinergi dan kerja sama. 

Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat bersama ratusan pengurus Kadin dari seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026. 

Kepala Negara menyinggung perbedaan antara negara yang berhasil dan negara yang masuk kategori failed state atau negara gagal.


Menurutnya, negara gagal bukan hanya terjadi karena keterbatasan sumber daya, melainkan juga karena kegagalan dalam mengelola potensi yang dimiliki. 

Faktor utama yang membedakan negara maju dan negara gagal, kata dia, adalah kemampuan para elite untuk bekerja sama.

"Yang terutama kita pelajari adalah memang perlunya suatu sinergitas antarelite. Perlunya ada kerja sama, kolaborasi. Semua bangsa yang berhasil, elitnya bisa bekerja sama. Semua negara yang gagal, elitnya ribut," jelasnya.

Menurut Prabowo, seluruh unsur pemimpin dalam masyarakat memiliki peran penting dalam menentukan arah bangsa, mulai dari elite ekonomi, intelektual, agama, budaya, seni, produsen, hingga buruh. 

Persatuan dan kerja sama dari seluruh elemen tersebut menjadi fondasi bagi kemajuan nasional.

"Ini semacam matriks, semacam apa ya, kalau AI kan ada data yang dikumpulkan. Tinggal dibuka saja, tunjukkan kepada saya negara mana yang berhasil kalau elitnya ribut terus," pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya