Ketua Kadin Indonesia Anindya Bakrie (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie memaparkan empat program percepatan (quick win) kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai kontribusi nyata dunia usaha dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Dalam agenda pertemuan pengurus Kadin seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026, Anindya menjelaskan empat quick win itu lahir setelah Presiden Prabowo memberikan arahan kepada Kadin pada awal 2025.
Sejak saat itu, Kadin langsung mengonsolidasikan kekuatan dunia usaha agar dapat berpartisipasi aktif dalam berbagai program strategis nasional yang memiliki efek berganda bagi perekonomian.
Program pertama yang dipaparkan adalah Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Gotong Royong. Hingga saat ini, Kadin telah berkontribusi melalui 866 dapur MBG, termasuk 128 dapur yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Pada hari ini, Kadin sudah berkontribusi di 866 dapur dan 128-nya adalah 3T. Dan ini kami fokuskan karena kami mengetahui bahwa berdasarkan riset UNICEF, setiap satu dolar juga menghasilkan 3-15 dolar multiplier efek," jelas Anindya.
Selain mendukung program MBG, Kadin juga menjalankan Satgas Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) dengan menerbitkan white paper bertajuk Health is the New Wealth. Menurut Anindya, investasi di sektor kesehatan memiliki dampak ekonomi yang signifikan.
"Health is the New Wealth. Nah, di sini kami ketahui bahwa health itu adalah 670 triliun dan ini setiap satu rupiah yang dikeluarkan bisa menghasilkan 2-3 rupiah," kata dia.
Program ketiga difokuskan pada pelindungan dan peningkatan kualitas pekerja migran Indonesia (PMI) melalui sertifikasi dan pelatihan.
"Karena ada 208.000 PMI yang kami ingin melakukan sertifikasi dan pelatihan agar naik kelas karena jumlah daripada angka devisa yang bisa dicapai adalah nomor 4 sebanyak 17,19 dolar," jelasnya.
Sementara program keempat mendukung percepatan renovasi rumah tidak layak huni sebagai bagian dari target pembangunan tiga juta rumah.
"Ini kami mulai dari awal bagaimana perumahan itu mempunyai suatu dampak yang luar biasa dan bisa menciptakan 19 juta lapangan kerja sehingga program 3 juta rumah memang kami dukung sejak awal," pungkasnya.