Berita

Ketua Kadin Indonesia Anindya Bakrie (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Bisnis

Anindya Bakrie Paparkan Empat Capaian Program Quick Win Kadin ke Prabowo

JUMAT, 31 JULI 2026 | 15:56 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie memaparkan empat program percepatan (quick win) kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai kontribusi nyata dunia usaha dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Dalam agenda pertemuan pengurus  Kadin seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026, Anindya menjelaskan empat quick win itu lahir setelah Presiden Prabowo memberikan arahan kepada Kadin pada awal 2025.

Sejak saat itu, Kadin langsung mengonsolidasikan kekuatan dunia usaha agar dapat berpartisipasi aktif dalam berbagai program strategis nasional yang memiliki efek berganda bagi perekonomian. 


Program pertama yang dipaparkan adalah Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Gotong Royong. Hingga saat ini, Kadin telah berkontribusi melalui 866 dapur MBG, termasuk 128 dapur yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). 

"Pada hari ini, Kadin sudah berkontribusi di 866 dapur dan 128-nya adalah 3T. Dan ini kami fokuskan karena kami mengetahui bahwa berdasarkan riset UNICEF, setiap satu dolar juga menghasilkan 3-15 dolar multiplier efek," jelas Anindya.

Selain mendukung program MBG, Kadin juga menjalankan Satgas Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) dengan menerbitkan white paper bertajuk Health is the New Wealth. Menurut Anindya, investasi di sektor kesehatan memiliki dampak ekonomi yang signifikan. 

"Health is the New Wealth. Nah, di sini kami ketahui bahwa health itu adalah 670 triliun dan ini setiap satu rupiah yang dikeluarkan bisa menghasilkan 2-3 rupiah," kata dia.

Program ketiga difokuskan pada pelindungan dan peningkatan kualitas pekerja migran Indonesia (PMI) melalui sertifikasi dan pelatihan.

"Karena ada 208.000 PMI yang kami ingin melakukan sertifikasi dan pelatihan agar naik kelas karena jumlah daripada angka devisa yang bisa dicapai adalah nomor 4 sebanyak 17,19 dolar," jelasnya. 

Sementara program keempat mendukung percepatan renovasi rumah tidak layak huni sebagai bagian dari target pembangunan tiga juta rumah. 

"Ini kami mulai dari awal bagaimana perumahan itu mempunyai suatu dampak yang luar biasa dan bisa menciptakan 19 juta lapangan kerja sehingga program 3 juta rumah memang kami dukung sejak awal," pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya