Berita

Pengamat Kebijakan Publik Sugiyanto dalam talk show bertajuk “Bersama Mewujudkan Jakarta Bersih, Sehat, dan Berkelanjutan” yang diselenggarakan Presidium Pemuda Indonesia (PPI) di Gedung KNPI DKI Jakarta, Kamis 30 Juli 2026. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Pengurangan Timbulan Sampah Plastik Bisa Dimulai dari Pasar Tradisional

JUMAT, 31 JULI 2026 | 03:44 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Sebanyak 153 pasar tradisional yang dikelola Perumda Pasar Jaya merupakan salah satu titik paling strategis dalam mengurangi timbulan sampah plastik.

Karena itu, Perumda Pasar Jaya memiliki peran yang sangat besar dalam membangun budaya baru pengelolaan sampah di lingkungan pasar.

Demikian pandangan Pengamat Kebijakan Publik Sugiyanto dalam talk show bertajuk “Bersama Mewujudkan Jakarta Bersih, Sehat, dan Berkelanjutan” yang diselenggarakan Presidium Pemuda Indonesia (PPI) di Gedung KNPI DKI Jakarta, Kamis 30 Juli 2026.


“Pasar Jaya memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong perubahan perilaku pedagang dan konsumen melalui penerapan kebijakan pengurangan plastik sekali pakai serta pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” Sugiyanto.

Menurut Sugiyanto, teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) dan Waste to Energy (WtE) merupakan bagian dari penerapan ekonomi sirkular yang mengubah sampah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.

Namun demikian, Sugiyanto mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan fasilitas Waste to Energy maupun Refuse Derived Fuel sangat bergantung pada tata kelola pemerintahan yang baik. 

Pemerintah harus memastikan adanya kepastian regulasi, pembiayaan yang berkelanjutan, penggunaan teknologi yang ramah lingkungan dan telah teruji, pengendalian emisi yang ketat, serta kemitraan yang transparan dan akuntabel dengan dunia usaha.

Sugiyanto menambahkan, pengurangan plastik sekali pakai, pemilahan sampah, daur ulang, pengolahan sampah organik, RDF, dan Waste to Energy tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus menjadi satu kesatuan dalam strategi besar pengelolaan sampah Jakarta.

“Jakarta memiliki peluang besar menjadi kota yang lebih bersih, sehat, tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan,” pungkas Sugiyanto.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Sidang 6 Agustus Bukan Kemenangan yang Dianulir

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:05

Jakarta Libatkan Kawasan Aglomerasi dalam Lestarikan Budaya Betawi

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:01

Pengurangan Timbulan Sampah Plastik Bisa Dimulai dari Pasar Tradisional

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:44

Timnas Garuda Bidik Tiga Poin dari Timor Leste

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:17

Hariman hingga Bursah Zarnubi Ramaikan Peluncuran Enam Buku Isti Nugroho

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:00

Wakapolri-Wamenhut Konsolidasi Hadapi El Nino dan Karhutla

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:23

Pembunuh Perempuan di Kamar Kos di Grogol Petamburan Dibekuk

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:13

Fahira Idris Sodorkan Tujuh Rekomendasi Bangun Jakarta

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:02

Kawasan Transmigrasi Harus Punya Daya Tarik Investasi

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:39

Peluncuran Enam Buku

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:28

Selengkapnya