Berita

Panen perdana padi di Kampung Wanam, Papua Selatan. (Foto: ANTARA)

Nusantara

Rekrutmen OAP Harus Diperbesar dalam PSN Cetak Sawah Wanam

KAMIS, 30 JULI 2026 | 21:22 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Yayasan Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) meminta pemerintah dan pelaksana Proyek Strategis Nasional (PSN) Cetak Sawah Wanam di Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, memperbesar porsi perekrutan tenaga kerja Orang Asli Papua (OAP). Hingga saat ini, keterlibatan masyarakat lokal dinilai masih sangat terbatas dan belum sebanding dengan besarnya proyek yang dibangun di atas tanah ulayat mereka.

Koordinator Kajian dan Program Advokasi dan Hukum, Erik Fitriadi, mengatakan hasil pendampingan dan pemantauan lapangan yang dilakukan MPSI menunjukkan warga lokal yang telah direkrut dalam pelaksanaan proyek baru sekitar 23 orang. Sebagian besar dari mereka juga masih ditempatkan sebagai tenaga kerja kasar.

"Kalau masyarakat adat hanya memperoleh ruang sebagai tenaga kerja kasar, tentu tujuan pembangunan yang berkeadilan belum tercapai. Orang Asli Papua harus mendapatkan kesempatan yang lebih luas untuk berkembang dan menjadi bagian dari seluruh proses pembangunan," kata Erik dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.


Menurut dia, berdasarkan publikasi BPS Kabupaten Merauke 2025 dalam "Kecamatan Ilwayab Dalam Angka", Kampung Wanam merupakan salah satu kampung dengan jumlah penduduk terbesar di Distrik Ilwayab. Dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 1.500 jiwa, keterlibatan 23 warga lokal berarti baru sekitar 1,5 persen dari total populasi kampung.

"Angka tersebut menunjukkan bahwa potensi sumber daya manusia masyarakat adat belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, masyarakat lokal memiliki hak untuk memperoleh manfaat ekonomi dari pembangunan yang berlangsung di wilayah adat mereka," ujarnya.

Erik menegaskan, persoalan yang harus menjadi perhatian bukan hanya rendahnya jumlah pekerja lokal, tetapi juga terbatasnya jenis pekerjaan yang diberikan kepada masyarakat adat.

"Ini menjadi pekerjaan rumah bersama bagi pemerintah, pemerintah daerah, dan pelaksana PSN. Masyarakat adat Wanam harus dipersiapkan melalui pendidikan vokasi, pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi profesi, dan program magang agar mampu mengisi posisi teknis, administrasi, operator alat berat, supervisor, hingga menjadi bagian dari manajemen pelaksanaan PSN. Pembangunan SDM harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur," tegasnya.

MPSI juga mendorong Pemerintah Provinsi Papua Selatan menyusun kebijakan afirmatif yang mengutamakan tenaga kerja Orang Asli Papua dalam setiap proyek strategis nasional di wilayahnya. Erik mengusulkan komposisi minimal 80 persen tenaga kerja berasal dari OAP yang memenuhi persyaratan kompetensi.

Masih kata dia, usulan tersebut sejalan dengan semangat UU No. 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus Papua, yang menempatkan Orang Asli Papua sebagai subjek utama pembangunan melalui peningkatan kesejahteraan, kesempatan kerja, dan kualitas sumber daya manusia.

"Kalau masih ada kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi tertentu yang belum tersedia di daerah, maka perusahaan bersama pemerintah wajib menyiapkan pelatihan dan alih keterampilan. Tujuannya agar dalam beberapa tahun ke depan posisi-posisi strategis dapat diisi oleh putra-putri asli Papua," pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya