Berita

Rapat koordinasi lintas kementerian bersama Badan Gizi Nasional di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Bisnis

MBG Dirombak, Pemerintah Verifikasi 63 Juta Penerima dan 27 Ribu Dapur

RABU, 29 JULI 2026 | 13:23 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pemerintah mulai merombak tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memverifikasi data 63 juta penerima manfaat, sekitar 27 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pemerintah juga merevisi sejumlah aturan yang dinilai belum tepat. Langkah itu diambil setelah pemerintah mengakui pelaksanaan program masih perlu dibenahi.

Keputusan tersebut disampaikan Menko Pangan Zulkifli Hasan usai rapat koordinasi lintas kementerian bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dan sejumlah menteri.

"Pendataan juga akan diselesaikan dalam waktu satu bulan. Data 63 juta penerima manfaat dan sekitar 27.000 SPPG akan diverifikasi," kata Zulhas di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026. 


Selain pembaruan data, pemerintah juga akan mengevaluasi regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan program.

"Ada beberapa aturan yang dianggap kurang baik dan akan direvisi dalam waktu satu bulan oleh Kepala BGN yang baru," ujarnya.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan pembenahan juga menyasar aspek transparansi melalui penyediaan portal informasi yang ditargetkan beroperasi dalam satu hingga dua pekan.

"Jangan sampai kemudian muncul interpretasi yang berbeda-beda lalu diunggah di media sosial sehingga menjadi misleading. Karena itu kami menyiapkan sistem tersebut," ucap Sudaryono.

Ia menegaskan fokus pemerintah saat ini adalah merapikan pelaksanaan program yang sudah berjalan sebelum melakukan perluasan.

"Intinya, yang sudah berjalan kita benahi dulu sampai bersih, mantap, bagus, tidak ada masalah, menunya baik, terlaksana dengan baik, dan tersistem," tegasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya