Berita

Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah (Foto: YouTube Kemlu RI)

Dunia

Kemlu Update Kondisi WNI usai Gempa 7,1 Magnitudo di Pulau Kyusu Jepang

RABU, 29 JULI 2026 | 13:23 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus memantau perkembangan WNI di Jepang setelah gempa berkekuatan 7,1 magnitudo yang mengguncang Pulau Kyusu, Prefektur Kumamoto.

Menurut laporan Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah, KBRI Tokyo telah berkoordinasi dengan simpul-simpul komunitas Indonesia di Kumamoto dan wilayah Kyusu untuk memastikan kondisi WNI. 

Disebutkan hingga saat ini tidak ada WNI yang terdampak akibat gempa tersebut. 


"Sejauh ini, belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa di kedua wilayah tersebut. Seluruhnya dilaporkan dalam kondisi aman," kata dia.

Kemlu mengimbau seluruh WNI di wilayah akreditasi KBRI Tokyo agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta terus mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan situasi yang disampaikan Japan Meteorological Agency (JMA). 

WNI juga diminta mematuhi arahan dari otoritas setempat apabila terjadi perkembangan lebih lanjut.

Heni menegaskan pihaknya akan terus memonitor kondisi di lapangan melalui KBRI Tokyo dan berkoordinasi dengan otoritas Jepang serta jaringan komunitas WNI di Kumamoto maupun Kyusu. 

Dalam keadaan darurat, WNI dapat menghubungi Hotline KBRI Tokyo di +81-80-3506-8612 atau +81-80-4940-7419, maupun Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kemlu RI di +62-812-9007-0027.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya