Berita

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Bisnis

Lepas dari Sekadar Fiskal-Moneter, Koordinasi Ekonomi Masuk Era KSSK Plus

RABU, 29 JULI 2026 | 09:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah memperluas jangkauan koordinasi di sektor keuangan dengan melibatkannya Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) ke dalam pengambil kebijakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). 

Langkah ini diarahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pascapengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa pelibatan lembaga investasi tersebut bertujuan agar perumusan kebijakan nasional tidak lagi terbatas pada sudut pandang fiskal dan moneter semata, melainkan turut memperhitungkan dampaknya secara langsung terhadap sektor riil dan dunia usaha.


"Jadi KSSK ini diminta juga untuk melibatkan Danantara dalam pengambilan setiap keputusannya, supaya mempunyai dampak juga langsung ke perekonomian dan dunia usaha, tidak hanya dari sisi fiskal dan moneter saja," kata Rosan usai menghadiri rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Rabu 29 Juli 2026.

Skema integrasi baru yang dijuluki KSSK plus ini dirancang untuk menguji kelengkapan ekosistem ekonomi secara menyeluruh. Selain masuk dalam pengambil keputusan KSSK, Danantara juga dipastikan ikut serta dalam agenda rapat rutin tim ekonomi pemerintah.

"Jadi lebih ke whole ecosystem-nya. Jadi arahannya adalah KSSK plus, plus Danantara," ujar Rosan.

Senada dengan hal tersebut, Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti, mengonfirmasi bahwa Presiden menekankan pentingnya penguatan sinergi antarlembaga, yang meliputi BI, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, serta Danantara, agar seluruh kebijakan bergerak selaras menopang target pembangunan nasional.

"Kami yang diundang ini KSSK, ya KSSK plus ada Danantara tadi. Jadi intinya ke depan bagaimana KSSK terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama, khususnya terkait kebijakan-kebijakan yang memang perlu dikoordinasikan antarlembaga," tutur Destry.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya