Berita

Ilustrasi. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

IHSG Parkir di Zona Merah, Dolar AS Tembus Rp18.083 Dibayangi Transisi Gubernur BI

SELASA, 28 JULI 2026 | 17:12 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Rupiah kompak ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa, 28 Juli 2026. 

Sentimen eksternal berupa penguatan indeks Dolar AS dan ketidakpastian pasar domestik pasca pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo masih membebani pergerakan pasar keuangan.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 6.130, turun 55,1 poin atau 0,89 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.


Volume transaksi mencapai 25 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp10,8 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,6 juta kali, sementara kapitalisasi pasar turun menjadi Rp10.775 triliun.

Sebanyak 360 saham ditutup melemah, 265 saham menguat, dan 172 saham lainnya tidak mengalami perubahan.

Di pasar valuta asing, Rupiah ikut ditutup melemah. Mengutip data Bloomberg, mata uang Garuda berada di level Rp18.083 per Dolar AS, turun 74 poin atau 0,41 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan indeks Dolar AS dipicu meredanya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Menurut Ibrahim, The New York Times melaporkan Presiden AS Donald Trump menghentikan rencana untuk meningkatkan operasi militer terhadap Iran setelah bertemu dengan para penasihat utama dan pejabat senior pemerintahannya. Keputusan tersebut diambil menyusul menipisnya persediaan sistem pertahanan udara Pentagon.

"AS telah melancarkan serangan terhadap Iran selama 13 hari berturut-turut, sementara Teheran membalas dengan menargetkan pangkalan militer Amerika di negara-negara tetangga," ujar Ibrahim dalam riset hariannya.

Dari dalam negeri, Ibrahim menilai pengunduran diri Perry Warjiyo secara mendadak masih memicu respons negatif pasar karena meningkatkan ketidakpastian di tengah transisi kepemimpinan Bank Indonesia.

“Dalam jangka pendek meningkatkan ketidakpastian pasar akibat transisi kepemimpinan yang baru di tengah depresiasi nilai tukar rupiah, derasnya outflow (arus keluar) dana asing serta potensi tren kenaikan suku bunga global,” tuturnya.

Meski demikian, penunjukan Destry Damayanti sebagai pelaksana tugas Gubernur BI dinilai mampu mengembalikan optimisme pasar.

"Penunjukan Destry Damayanti memberi optimisme pasar akan komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan laju inflasi, serta mempertahankan stabilitas sistem keuangan yang berkelanjutan," kata Ibrahim.

Ia menambahkan, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada proses penunjukan Gubernur BI definitif. Menurutnya, figur yang kredibel serta transisi kepemimpinan yang berjalan lancar akan menjadi faktor penting dalam menjaga independensi bank sentral dan kepercayaan pasar.

Di sisi lain, lembaga pemeringkat S&P Global Ratings turut merespons kabar pengunduran diri Perry Warjiyo. Sovereign Analyst S&P Global Ratings, Rain Yin, mengatakan kepada Bloomberg bahwa pengunduran diri Perry tidak berdampak langsung terhadap peringkat utang (sovereign rating) Indonesia.

Namun, menurutnya, perkembangan tersebut berpotensi meningkatkan risiko terhadap prospek kebijakan ekonomi Indonesia dalam jangka ke depan.

“Hal tersebut dapat berkontribusi pada peningkatan risiko terkait prospek kebijakan negara,” tandasnya.

Ia pun memprediksi perdagangan Rabu 29 Juli 2026, mata uang Rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah direntang  Rp17.960-18.020 per Dolar AS.


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya