Berita

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Prabowo Gelar Ratas Karhutla, Antisipasi El Nino Datang Lebih Cepat

SELASA, 28 JULI 2026 | 15:06 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) khusus membahas antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bersama sejumlah menteri dan kepala lembaga di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026. 

Berdasarkan pantauan, sejumlah pejabat yang hadir di antaranya Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Infrastruktur Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, serta Kepala BRIN Arif Satria.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan rapat tersebut difokuskan untuk menyusun langkah antisipatif menghadapi musim kering yang diperkirakan berlangsung lebih awal dan lebih lama. 


"Prediksi BMKG ini akan terjadi apa El Nino yang cepat, jadi awalnya mestinya 2027 akan terjadi tahun ini. Jadi kekeringannya datang lebih cepat ya, dan berakhirnya lebih lambat. Nah, itu tentu harus ada antisipasi dan terima kasih kepada Bapak Presiden yang justru apa namanya mengantisipasi ini, mengundang kami," ungkapnya. 

Ia menambahkan, upaya pengendalian karhutla dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang semakin membaik. Meski demikian, ancaman perubahan iklim membuat koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat. 

"Tahun lalu juga turun ya dari 375 jadi 350-an. Jadi sebenarnya kita bisa menekan itu, cuman ini butuh koordinasi yang lebih rekat lagi, lebih ketat lagi, karena memang ini El Ninonya, climate change is real gitu ya. Jadi kita perlu bersama-sama mengantisipasi," tegasnya.

Raja mengungkapkan, wilayah rawan karhutla masih didominasi kawasan gambut seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. 

Namun, pemerintah juga mencermati munculnya titik panas di sejumlah daerah baru di luar enam provinsi tersebut. 

"Tapi ini ada tren baru ya di luar 6 provinsi itu juga terjadi cukup masif, semacam di NTT, kemudian di NTB, di beberapa tempat lah. Jadi nanti kita akan bahas lebih detail," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya