Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street Variatif Menanti Keputusan The Fed

SELASA, 28 JULI 2026 | 08:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup beragam pada perdagangan Senin, 27 Juli 2206, waktu setempat.

Investor memilih berhati-hati menjelang sederet laporan keuangan perusahaan teknologi besar yang akan dirilis pekan ini, sekaligus menanti keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,51 persen ke 52.210,08, didorong penguatan saham-saham sektor defensif. Sementara itu, S&P 500 menguat tipis 0,02 persen ke 7.413,18, sedangkan Nasdaq Composite melemah 0,18 persen menjadi 24.932,08 akibat tekanan pada saham-saham teknologi dan semikonduktor.


Fokus utama pelaku pasar kini tertuju pada laporan keuangan empat raksasa teknologi, yakni Microsoft, Amazon, Meta, dan Apple. Hasil kinerja mereka dinilai akan menjadi penentu apakah reli saham yang didorong optimisme terhadap kecerdasan buatan (AI) masih dapat berlanjut. Sebelumnya, laporan keuangan Tesla dan Alphabet memicu kekhawatiran karena besarnya belanja investasi untuk pengembangan AI.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar masih mampu menopang pasar. Saham Walmart naik 2,1 persen, Microsoft menguat 1,9 persen, dan Johnson & Johnson bertambah 1 persen, sehingga membantu S&P 500 tetap berada di zona hijau. Di sisi lain, indeks semikonduktor PHLX Semiconductor Index (SOX) kembali melemah 2,2 persen, memperpanjang aksi jual setelah terkoreksi sekitar 21 persen dari rekor tertinggi yang dicapai pada 22 Juni.

Tekanan terhadap saham chip juga dipicu meningkatnya persaingan dari Tiongkok. Debut produsen chip CXMT Corp di pasar saham berlangsung positif, sementara laporan mengenai keberhasilan Tiongkok memproduksi mesin litografi DUV buatan dalam negeri memunculkan kekhawatiran terhadap daya saing industri semikonduktor AS.

Sentimen pasar turut dipengaruhi ekspektasi kebijakan moneter. Investor khawatir inflasi dapat kembali meningkat apabila harga minyak bertahan tinggi, sehingga membuka peluang The Fed kembali menaikkan suku bunga.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya