Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Nusantara

NU Indonesia Timur Konsolidasi Dukung KH Marsudi Syuhud Jelang Muktamar

SENIN, 27 JULI 2026 | 20:46 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Menjelang gelaran Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) pada Agustus mendatang, konsolidasi dukungan untuk calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai mengkristal dari wilayah Indonesia Timur. 

Ratusan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pengurus Wilayah (PWNU) di kawasan timur Indonesia dilaporkan telah sepakat mengerucutkan dukungan kepada satu nama, yakni KH Marsudi Syuhud.

Ketua 1 PCNU Kota Tual, Drs. Juni Tamsil Kilwo, mengungkapkan bahwa dinamika dan hiruk-pikuk di tingkat elit PBNU saat ini memerlukan figur pemimpin yang mampu membawa perubahan nyata serta menjaga independensi organisasi.


"Dari tahun ke tahun, dari muktamar ke muktamar, selalu ada hal yang baik dan ada yang kurang baik. Di tengah hiruk-pikuk elit PBNU saat ini, harapan kami ke depan adalah menampilkan figur yang lebih bagus dan amanah," ujar Juni dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.

Ia menjelaskan, gerakan penyatuan suara ini melibatkan kekuatan masif dari PWNU dan PCNU di berbagai provinsi di wilayah timur, meliputi Sulawesi (6 provinsi), Maluku (2 provinsi), hingga Papua (6 provinsi). Secara keseluruhan, kekuatan yang terbangun di kawasan ini mencakup sekitar 10 PWNU dan 11 PCNU lokal, serta total lebih dari 203 PCNU di seluruh Indonesia Timur.

"Kami sudah berkomunikasi dan sepakat menyatukan suara untuk Kiai Marsudi Syuhud. Komunikasi terus berjalan intensif dan pada saatnya nanti deklarasi dukungan resmi akan disampaikan secara terbuka," tegasnya.

Menjelaskan alasan di balik dukungan tersebut, Juni menilai KH Marsudi Syuhud memiliki kualifikasi yang sangat matang, baik di tingkat nasional maupun internasional. 

“Beliau dikenal sebagai sosok ulama berlatar belakang ekonomi syariah, memiliki pondok pesantren, aktif dalam dialog lintas agama, serta memiliki rekam jejak integritas yang kuat,” ungkapnya.

"Kami ingin PBNU ke depan tidak terkontaminasi dengan politik praktis dan tidak bergantung pada pihak luar. PBNU harus mandiri. Beliau (KH Marsudi Syuhud) adalah sosok yang tidak tergiur harta, berwawasan internasional, dan sangat cocok memimpin PBNU ke depan," pungkas Juni.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya