Berita

Pengamat ekonomi Yanuar Rizky. (Foto: YouTube Awalil Rizky)

Politik

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

JUMAT, 24 JULI 2026 | 21:52 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Indonesia dinilai perlu mengambil langkah berani dan responsif dalam memanfaatkan dinamika krisis ekonomi global sebagaimana pernah dilakukan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad saat menyikapi guncangan krisis 11 September 2001 atau peristiwa 9/11 di Amerika Serikat (AS).

Ekonom Yanuar Rizki mengenang peristiwa ledakan gedung WTC pada 9/11 melumpuhkan Bursa Saham New York dan memicu kerugian pasar saham global hingga mencapai 1,4 triliun Dolar AS. Saat kepercayaan investor terhadap pasar AS merosot tajam, Mahathir justru membaca peluang emas.

"Saya cukup ingat ketika dia buat yang namanya Labuan Financial Exchange. Jadi itu sebetulnya kalau dilihat momentumnya, Labuan itu memanfaatkan krisis ketika 9/11 terjadi di Amerika Serikat," ujar Yanuar dikutip dairi YouTube Satu Visi Utama, Jumat, 24 Juli 2026.


Ia menjelaskan, pengetatan regulasi dan prosedur Know Your Customer (KYC) yang berlebihan oleh AS terhadap dana-dana milik investor dari negara-negara Islam memicu eksodus modal secara masif dari wealth management AS.

Situasi genting tersebut dimanfaatkan Mahathir untuk menarik arus modal yang keluar dari AS masuk ke kawasan Asia Tenggara melalui instrumen keuangan syariah.

"Mahathir memanfaatkan kondisi itu. Dia buatlah Labuan Financial Exchange, kemudian produk unggulannya ya Sukuk," tutur alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut.

Keberhasilan menerbitkan Sukuk tersebut, lanjut Yanuar, bahkan menjadi mesin pertumbuhan (growth engine) utama yang membuat lompatan ekonomi Malaysia sempat meninggalkan Indonesia.

Melihat kondisi global saat ini yang kembali diwarnai ketidakpastian dan ketegangan geopolitik, Yanuar mendorong pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk berani mengambil celah serupa.

Momentum krisis internasional harus ditangkap sebagai peluang strategis demi menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya