Berita

Wamendikdasmen Fajar Riza menghadiri peletakan batu pertama revitalisasi TK Aisyiyah Pembina Banguntapan, Yogyakarta, Jumat (24/7/2026).

Nusantara

Pemerintah Perluas Revitalisasi Sekolah, Wamendikdasmen: Sekolah Swasta Berhak Dapat Dukungan yang Sama

JUMAT, 24 JULI 2026 | 19:27 WIB | OLEH: TIFANI

Pemerintah terus memperluas program revitalisasi satuan pendidikan dengan melibatkan sekolah negeri maupun swasta. Langkah ini dilakukan karena sekolah yang dikelola masyarakat dinilai memiliki peran besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza menegaskan pemerintah berkomitmen mengawal program revitalisasi sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta organisasi masyarakat penyelenggara pendidikan. Pernyataan tersebut disampaikan Fajar saat menghadiri peletakan batu pertama revitalisasi TK Aisyiyah Pembina Banguntapan, Yogyakarta, Jumat (24/7/2026).

"Ini wujud komitmen kami dari pemerintah untuk bersinergi dengan kelompok masyarakat yang menyelenggarakan layanan pendidikan," kata Fajar.


Menurutnya, revitalisasi satuan pendidikan tidak hanya berfokus pada perbaikan bangunan sekolah. Program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

Sekolah Swasta Miliki Hak yang Sama

Fajar menegaskan perhatian pemerintah terhadap revitalisasi pendidikan tidak hanya diberikan kepada sekolah negeri. Sekolah yang dikelola organisasi masyarakat maupun yayasan pendidikan juga memiliki hak yang sama untuk memperoleh dukungan pemerintah.

Ia menyebut berbagai organisasi seperti Muhammadiyah, Aisyiyah, hingga berbagai yayasan pendidikan telah berkontribusi besar dalam memperluas akses pendidikan di Indonesia.

"Institusi nonpemerintah yang menyelenggarakan layanan pendidikan berhak mendapatkan akses yang sama. Itu komitmen kami untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu untuk semua," ujarnya.

Menurut Fajar, sekitar 60 persen sekolah di Indonesia merupakan sekolah swasta. Bahkan di Jawa Barat, jumlah sekolah swasta mencapai sekitar 69 persen dari seluruh satuan pendidikan.

Karena itu, pemerintah menilai peningkatan kualitas pendidikan nasional tidak akan optimal apabila hanya mengandalkan sekolah negeri.

"Tanpa bersinergi dengan swasta, berat rasanya kita bisa melakukan perbaikan ekosistem pembelajaran secara nasional," katanya.

Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp90 triliun untuk program revitalisasi satuan pendidikan pada 2026. Program tersebut menargetkan sekitar 71.000 sekolah di seluruh Indonesia.

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan program tahun sebelumnya. Pada pelaksanaan revitalisasi sebelumnya, sekitar 23 persen sekolah swasta telah menerima bantuan pemerintah.

Fajar berharap peningkatan cakupan program tahun ini juga berdampak pada bertambahnya jumlah sekolah penerima bantuan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Penerima revitalisasi di Yogyakarta akan naik dibanding 2025. Tahun lalu sekitar 16.000, sekarang naik menjadi 71.000 secara nasional," ujarnya.

Meski demikian, penetapan sekolah penerima bantuan tetap dilakukan berdasarkan skala prioritas, terutama sekolah dengan kondisi rusak berat, sekolah di daerah terdampak bencana, serta satuan pendidikan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Program revitalisasi ditargetkan rampung hingga Desember 2026. Selain renovasi bangunan, pemerintah juga akan mendistribusikan berbagai sarana pembelajaran, termasuk papan interaktif digital untuk mendukung proses belajar mengajar.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya