Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Youtube DPP PKB)

Politik

Sebutan Trio Kancil untuk Cak Imin, Dasco, dan Bahlil Dinilai Punya Makna Beragam

JUMAT, 24 JULI 2026 | 14:05 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sebutan "trio kancil" yang dilontarkan Presiden Prabowo Subianto kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, dan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dinilai memiliki beragam makna.

Terlebih, Prabowo sempat berseloroh bahwa jika ketiganya berkumpul, situasinya bisa menjadi "repot" dan "berbahaya".

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai penggunaan istilah tersebut tidak bisa dilepaskan dari karakter kancil dalam cerita rakyat yang identik dengan kecerdikan dan banyak akal.


"Penggunaan kata repot dan berbahaya bisa jadi karena kancil dalam cerita rakyat sering dikiaskan cerdik dan cenderung licik," kata Jamiluddin kepada RMOL, Jumat, 24 Juli 2026.

Menurutnya, kancil kerap digambarkan sebagai sosok yang mampu menemukan berbagai strategi untuk keluar dari persoalan. Namun, di sisi lain, kecerdikan tersebut juga sering dimaknai sebagai kelicikan ketika digunakan untuk menipu atau memperoleh keuntungan pribadi.

Karena itu, meski pernyataan Prabowo disampaikan dalam suasana bercanda, Jamiluddin menilai publik bisa saja menafsirkannya secara serius.

"Jadi, meskipun Prabowo menyatakan bila tiga kancil berkumpul bisa menjadi repot dan berbahaya dalam candaan, namun ungkapan itu bisa saja dipersepsi publik dengan serius," ujarnya.

Menurut Jamiluddin, tidak menutup kemungkinan sebagian masyarakat memandang ketiga tokoh tersebut sebagai sosok yang "berbahaya". Persepsi itu dapat muncul karena karakter kancil selama ini kerap diasosiasikan dengan kecerdikan sekaligus kelicikan.

Meski demikian, ia menilai dalam konteks politik modern, julukan "kancil" juga dapat dimaknai secara positif, yakni sebagai sosok yang lincah, loyal, serta piawai menyusun strategi di balik layar.

"Prabowo bisa jadi menyematkan kancil kepada tiga tokoh tersebut semata dalam konteks politik modern. Setidaknya hal itu dilihat dari perspektif panggung depan," jelasnya.

Namun, jika dilihat dari perspektif "panggung belakang", publik bisa memiliki penafsiran berbeda. Dalam politik, kecerdikan kerap digunakan untuk memperoleh keuntungan politik.

"Karena dalam politik tidak ada yang gratis, semuanya bergantung pada kepentingan," katanya.

Jamiluddin pun menilai, di situlah letak makna ganda dari candaan Prabowo mengenai "tiga kancil" yang berkumpul bisa menjadi "repot" dan "berbahaya".

"Tampaknya di sinilah peluang merepotkan dan membahayakan bila kancil berkumpul sebagaimana candaan Prabowo namun bermakna ganda," tandasnya.

Sebelumnya, Prabowo melontarkan istilah tersebut saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Kamis malam, 23 Juli 2026. Dalam kesempatan itu, ia berseloroh bahwa jika Muhaimin Iskandar, Sufmi Dasco Ahmad, dan Bahlil Lahadalia berkumpul, situasinya bisa menjadi "repot" dan "berbahaya".

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya