Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Panda Bond RI Laris, Pemerintah Raup Rp18,5 Triliun

JUMAT, 24 JULI 2026 | 11:27 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah Indonesia berhasil menghimpun dana sebesar 7 miliar Yuan atau setara 1,033 miliar Dolar AS (sekitar Rp18,5 triliun) melalui penerbitan surat utang global berdenominasi Yuan atau Panda Bond.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tingginya minat investor China mencerminkan kepercayaan terhadap kondisi fiskal Indonesia. Hal itu juga didukung oleh peringkat kredit AAA yang diberikan Lianhe Credit Rating.

"Bagus. Itu menunjukkan bahwa kebijakan Pak Prabowo menjalankan fiskal benar. Nggak seperti kata orang-orang bilang brutal segala macam. Enggak," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, dikutip Jumat 24 Juli 2026.


Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Suminto merinci total pemesanan (order book) Panda Bond mencapai 17 miliar Yuan atau sekitar 2,4 kali dari nilai yang ditawarkan sebesar 7 miliar Yuan.

“Pada 23 Juli 2026, Pemerintah telah menyelesaikan transaksi penerbitan Panda Bond dalam mata uang Chinese Renminbi (CNY) sebesar CNY 7,0 bio. Total order mencapai CNY17,0 bio (bid to cover ratio 2,4x),” kata Suminto dalam keterangannya.

Ia mengatakan bahwa penerbitan Panda Bond dilakukan dalam dua tenor. Tenor tiga tahun diterbitkan senilai 5,6 miliar Yuan dengan tingkat imbal hasil (yield) 1,90 persen, sedangkan tenor lima tahun sebesar 1,4 miliar Yuan dengan kupon 2,19 persen.

Setelmen penerbitan Panda Bond dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli 2026.

Purbaya menegaskan, dana hasil penerbitan surat utang tersebut akan digunakan untuk mendukung pembiayaan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

"Ini kan untuk nutup defisit kita," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya