Berita

Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar. (Foto: RMOL)

Politik

PKB Gaungkan Prabowonomics, Pengamat: Manuver Cak Imin ke Prabowo

JUMAT, 24 JULI 2026 | 09:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Langkah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung tema Prabowonomics dalam peringatan Harlah ke-28 dinilai bukan sekadar bentuk dukungan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago berpandangan bahwa, di balik itu, tersimpan manuver politik yang lebih besar, yakni upaya mengklaim ‘legacy politik’ Prabowo sekaligus membuka kompetisi internal koalisi menuju Pilpres 2029.

Arifki menilai PKB sedang mengambil posisi paling awal untuk mengidentifikasi diri sebagai partai yang paling identik dengan keberhasilan pemerintahan Prabowo.


"PKB sedang melakukan apa yang saya sebut sebagai perebutan political ownership atas Prabowonomics. Ini bukan sekadar mendukung Presiden Prabowo, tetapi berusaha menjadi partai yang paling melekat dengan keberhasilan pemerintahannya,” kata Arifki kepada wartawan, Jumat, 25 Juli 2026.

Menurutnya, partai mana yang berhasil menguasai narasi itu, dialah yang memiliki peluang terbesar menjadi pewaris politik Prabowo pada 2029.

Arifki menyebut, Harlah ke-28 PKB tidak bisa dibaca hanya sebagai agenda seremonial partai. Pemilihan tema Prabowonomics justru menunjukkan bahwa kontestasi menuju Pilpres 2029 telah dimulai lebih cepat dibandingkan yang diperkirakan banyak pihak.

"Kalau diperhatikan, yang sedang berlangsung sekarang bukan kompetisi antara koalisi pemerintah dan oposisi. Yang mulai terbentuk justru kompetisi di dalam tubuh koalisi sendiri. Semua tokoh mulai membangun posisi tawarnya di hadapan Presiden Prabowo, dan PKB menjadi salah satu yang bergerak paling awal," katanya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya