Berita

Ilustrasi. (Foto: Instagram RMOL)

Politik

Bebaskan Saja Febrie, Biar Tuhan yang Menghukum

JUMAT, 24 JULI 2026 | 06:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kejaksaan Agung telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan barang bukti emas seberat 74 kilogram dan valuta asing bernilai miliaran rupiah.

Dalam Sprindik Nomor Print-03/F.2/Fd.2/07/2026 tertanggal 20 Juli 2026 itu, mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah berstatus sebagai saksi, bukan tersangka.

Padahal, pada perkara lain yang berkaitan dengan dugaan korupsi dan TPPU PT Asabri, Febrie telah lebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka bersama Don Ritto.


Tim penyidik telah memanggil Febrie, Don Ritto, Nurman Herin, dan TS untuk diperiksa sebagai saksi, pada Rabu, 22 Juli 2026. Namun Febrie tidak hadir dengan alasan kesehatan, sedangkan Nurman mangkir tanpa keterangan.

Praktis fenomena itu menjadi sorotan publik dan bulan-bulanan dari warganet. Dalam unggahan akun Instagram RMOL berjudul ‘Tor Monitor! Status Febrie Ternyata Saksi, Terserah Lu Lah’ dikutip Jumat, 24 Juli 2026, warganet beramai-ramai mengkritisi ketetapan aneh dari Kejagung tersebut.

Alhasil, institusi penegak hukum itu makin tidak dipercaya oleh publik, terlebih dalam penanganan kasus Febrie.

“Hukum dipermainkan oleh penegak hukum,” tulis akun @nanda35_pro.

“SUMPAH LEBIH PARAH DARI SAMBO DIA INI,” timpal akun @nico_siahaan90.

Ada juga warganet yang pasrah dengan wajah penegakan hukum di negeri ini. Dengan pernyataan satire, warganet menyerahkan seluruhnya kepada hukum Tuhan.

“Bebaskan saja lah,, gk usah banyak drama. Biar Tuhan saja yang menghukum,” tulis akun @roni_lesmana02.  

“Atur suka2 lo pada aje dah.. (Isa Alaihisalam, segeralah turun..),” timpal akun @andri_nender yang disertai emoticon tangan berdoa.

Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 452 warganet meng-likes unggahan tersebut dan terdapat 79 komentar.   


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya