Berita

Ilustrasi Puncak Musim Kemarau (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

Wilayah yang Masuk Puncak Musim Kemarau Agustus 2026 Menurut Prediksi BMKG

KAMIS, 23 JULI 2026 | 22:11 WIB | OLEH: TIFANI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Kondisi ini diperkirakan dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang masih bertahan hingga awal 2027, sehingga musim kemarau tahun ini berpotensi lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim kemarau di Indonesia berlangsung secara bertahap mulai Juli hingga September 2026. Namun, Agustus menjadi bulan dengan cakupan wilayah terluas yang mengalami puncak kemarau.

Sebanyak 369 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 48,84 persen wilayah Indonesia diperkirakan memasuki puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Sementara itu, puncak kemarau pada Juli terjadi di 83 ZOM dan pada September di 169 ZOM. 


Daftar Wilayah yang Masuk Puncak Musim Kemarau Agustus 2026

BMKG memperkirakan wilayah yang memasuki puncak musim kemarau pada Agustus 2026 meliputi: Wilayah-wilayah tersebut diperkirakan akan mengalami kondisi cuaca yang lebih panas, curah hujan rendah, serta peningkatan risiko kekeringan apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering

BMKG juga memprakirakan musim kemarau tahun 2026 cenderung lebih kering dibandingkan kondisi normal. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya peluang terjadinya El NiƱo dengan intensitas lemah hingga sedang, sementara Monsun Australia diperkirakan tetap aktif hingga akhir tahun.

Dalam prediksi musim kemarau terbaru, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami curah hujan di bawah normal. Kondisi tersebut berpotensi memperpanjang periode kering di sejumlah daerah sehingga sektor pertanian, ketersediaan air bersih, dan upaya pencegahan kebakaran hutan perlu mendapat perhatian khusus.

BMKG mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak serta mewaspadai potensi kebakaran lahan dan hutan, terutama di wilayah yang rentan mengalami kekeringan. Pemerintah daerah juga diharapkan menyiapkan langkah antisipasi, mulai dari pengelolaan cadangan air, mitigasi karhutla, hingga penyesuaian pola tanam di sektor pertanian agar dampak musim kemarau dapat diminimalkan.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya