Berita

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono. (Foto: Istimewa)

Politik

Menko AHY di Lestari Award 2026

Tidak Sekadar Tinggi, Pertumbuhan dalam Transformasi Ekonomi Harus Berkualitas

KAMIS, 23 JULI 2026 | 19:13 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Indonesia memiliki peluang besar untuk mempercepat transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri, ekonomi hijau, ekonomi biru, ekonomi digital, dan ekonomi kreatif.

Begitu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam acara Lestari Award 2026 di Jakarta.

“Hilirisasi harus menciptakan nilai tambah, ekonomi hijau harus melahirkan pertumbuhan rendah karbon, dan ekonomi biru harus mampu menjaga laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujar AHY dalam keterangan tertulis, Kamis 23 Juli 2026.


AHY menjelaskan bahwa ekonomi digital dan ekonomi kreatif juga menjadi kekuatan penting karena dapat membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi generasi muda, pelaku UMKM, serta masyarakat di berbagai daerah. 

Katanya, teknologi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi energi, dan kualitas pelayanan publik.

“Transformasi ekonomi tidak cukup hanya menghasilkan pertumbuhan yang tinggi. Pertumbuhan itu harus berkualitas, menciptakan pekerjaan, meningkatkan daya beli, mengurangi kesenjangan wilayah, dan memberi kesempatan yang lebih besar kepada masyarakat,” tuturnya.

Dalam konteks tersebut, sambung Ketua Umum Partai Demokrat itu, dunia usaha dan industri dinilai memiliki tiga kekuatan utama, yakni capital, innovation, dan scale. Melalui investasi, sektor bisnis dapat mengarahkan pembiayaan ke proyek berkelanjutan. 

Melalui inovasi, dunia usaha dapat melahirkan teknologi dan model bisnis baru. Sementara melalui skala usaha, dampak perubahan dapat menjangkau rantai pasok, tenaga kerja, dan konsumen secara luas.

AHY menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur juga harus menjadi katalis transformasi ekonomi. Infrastruktur tidak hanya berfungsi sebagai aset fisik.

"Tetapi harus mampu membuka akses, menurunkan biaya logistik, menghubungkan pusat produksi dengan pasar, dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru di luar wilayah yang selama ini dominan," pungkasnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya